Jumlah Nomor Prabayar Hasil Rekonsiliasi Lebih dari 250 Juta


Penulis: Micom - 17 May 2018, 09:56 WIB
ANTARA/DHEMAS REVIYANTO
ANTARA/DHEMAS REVIYANTO

DIREKTUR Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika selaku Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Ahmad M Ramli bersama Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys mengumumkan jumlah nomor pelanggan prabayar yang telah berhasil registrasi ulang maupun registrasi baru hasil rekonsiliasi sampai dengan berakhirnya batas registrasi ulang pada 30 April 2018 adalah sebanyak 254.792.159..

Rekonsiliasi dilakukan dengan menghitung data hits pada sistem data kependudukan Ditjen Dukcapil dan data registrasi nomor pelanggan pada masing-masing operator. Angka itu menunjukan angka riil yang ideal jika dikomparasi dengan jumlah penduduk Indonesia yang 262 juta jiwa dan pengguna internet yang berjumlah 143 juta.

“Angka ini merupakan hasil akhir yang disetujui Ditjen PPI, BRTI, Ditjen Dukcapil, dan para operator setelah adanya proses pencocokan dan pemblokiran nomor-nomor yang tidak melakukan registrasi ulang atau yang diregistrasi secara tidak benar, atau tanpa hak,” jelas Ahmad M Ramli.

Ketua ATSI Merza Fachys menambahkan angka rekonsiliasi itu merupakan angka riil nomor pelanggan sesungguhnya yang secara logika dan praktik menunjukan angka yang merefleksikan pengguna nomor seluler dari pengguna di tanah air.

Ahmad M Ramli menegaskan bahwa dengan telah ditetapkannya angka hasil rekonsiliasi itu maka seluruh program registrasi ulang telah selesai dilaksanakan dan registrasi kartu pelanggan selanjutnya berjalan seperti biasa berupa registrasi kartu pelanggan baru.

Dirjen PPI selanjutnya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah melakukan registrasi ulang secara benar dan berhak.

Untuk lebih menyehatkan industri Telekomunikasi, Ketua Merza Fachys juga menyatakan "Ke depan, pola bisnis operator akan lebih mendorong  penjualan voucher fisik isi ulang yang bisa dipasarkan melaui gerai dan outlet." (RO/OL-2)

BERITA TERKAIT