Korut Ancam Batalkan Pertemuan dengan AS


Penulis: Denny Parsaulian - 17 May 2018, 09:40 WIB
img
AFP PHOTO / GREG BAKER

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Rabu (16/5), menyatakan mulai hati-hati terkait pertemuan puncaknya dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Trump mengatakan akan melihat situasi setelah Pyongyang mengancam akan membatalkan pertemuan tersebut.

Trump mengatakan pemerintah AS belum menerima pemberitahuan resmi soal perubahan rencana pertemuan 12 Juni di Singapura.

"Kami belum diberitahu sama sekali. Kami harus melihatnya," kata Trump di Oval Office. "Kami belum melihat apa-apa. Kami belum mendengar apa-apa. Kami akan lihat apa yang terjadi. Apa pun itu, itu."

Setelah berminggu-minggu, Pyongyang tiba-tiba mengancam akan menarik diri dari pertemuan di Singapura pada Selasa (15/5). Hal itu karena adanya tuntutan AS untuk pengabaian nuklir sepihak.

Dalam pernyataan bernada marah, Korut memperingatkan, 'Jika AS mencoba menyudutkan kami untuk memaksakan pengabaian nuklir sepihak, kami tidak lagi tertarik pada dialog semacam itu."

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Korut Kim Kye-gwan kepada media pemerintah KCNA.

Jika ini dipaksakan, ia menambahkan, Pyongyang harus mempertimbangkan kembal partisipasinya pada KTT bulan depan di Singapura.

Kim juga mengutip pernyataan Penasihat Keamanan Nasional Trump, John Bolton, yang menyamakan Korut dengan Libia. Kim menyebut perbandingan itu benar-benar absurd.

"Kami tidak menyembunyikan perasaan jijik kami terhadapnya," katanya tentang Bolton.

Bolton menyebut kesepakatan dengan Korut seperti yang dicapai dengan pemimpin Libia Moamer Kadhafi, yang setuju pada 2003 untuk menghapus program nuklir negaranya dan persenjataan senjata kimia agar tidak diberi sanksi.

Setelah menyerahkan program nuklirnya, Kadhafi terbunuh pada 2011 dalam sebuah pemberontakan yang didukung NATO. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT