UU TNI Payung Hukum Pembentukan Koopsusgab


Penulis:  Rudy Polycarpus - 16 May 2018, 22:35 WIB
img
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

KETERLIBATAN TNI dalam penanganan terorisme dilakukan dalam kerangka UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentera Nasional Indonesia. UU tersebut mengatur operasi militer, selain perang dengan memperhatikan obyek vital, skala ancaman, dan waktu.

Regulasi itu menjadi dasar pemerintah melibatkan TNI dalam penangulangan aksi terorisme. Apalagi, saat ini, kondisi keamanan di Tanah Air tengah tergoncang karena banyaknya aksi terorisme menyusul kembali terjadinya serangan di Mapolda Riau.

"Ya pasti (TNI dilibatkan). Ini sudah medium. Kalau spektrumnya sudah menuju ke medium sampai high intensity, ya di situlah kira-kira pelibatannya (TNI)," kata Kepala Staf Presiden Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/5).

Ia menjelaskan, TNI dapat dilibatkan ketika ada ancaman yang mengganggu stabilitas negara. Namun, ketika TNI sudah dapat melumpuhkan teroris, proses hukum harus dikembalikan kepada polri.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menyetujui pembentukan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) untuk membantu Polri melaksanakan tugas pemberantasan terorisme. (A-5)

BERITA TERKAIT