Moeldoko Sanggah BIN Kecolongan


Penulis: Rudy Polycarpus - 16 May 2018, 22:10 WIB
img
MI/Lina Herlina

KEPALA Staf Presiden Moeldoko menyanggah anggapan bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) kecolongan dalam menghadapi rentetan serangan teroris sepekan terakhir.

Menurut dia, teror terjadi lantaran pelaku menggunakan metode kerja baru sehingga sulit dideteksi.

Moeldoko mencontohkan pengeboman tiga gereja di Surabaya yang dilakukan satu keluarga pada Minggu (13/5). "Sel-sel itu dalam satu keluarga. Dia tidak perlu menggunakan alat-alat komunikasi sehingga sulit dideteksi. Cukup bisik-bisik," tandasnya di Jakarta, Rabu (16/5).

Selain komunikasi, Moeldoko mencatat metode baru saat aksi terorisme dilancarkan. "Metodenya masuk ke markas, disetop langsung meledak. Aparat kita harus waspada," katanya.

Meski demikian, ia memita masyarakat memercayakan keamanan kepada TNI Polri yang kini berkolaborasi memberantas aksi terorisme. Seperti diketahui, Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) telah diaktifkan untuk membantu Polri melaksanakan tugas menanggulangi terorisme.

"Polri dan TNI bekerja penuh, BIN dengan seluruh jajaran, BAIS juga bekerja. Percayakan penuh kepada instrumen keamanan yang akan bekerja. Jangan direspon berlebihan," pungkasnya. (A-5)

BERITA TERKAIT