Ada Operasi Pasar Murah di 44 Pasar Tradisional


Penulis: Yanurisa Ananta - 16 May 2018, 21:45 WIB
MI/Kristiadi
MI/Kristiadi

GUNA memenuhi kebutuhan pangan warga Jakarta menjelang Ramadan, PD Pasar Jaya menggelar operasi pasar murah di 44 pasar tradisional di Jakarta. Jumlah pasar itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 43 pasar. Operasi pasar kali ini digelar sejak 16 Mei hingga 14 Juni mendatang.

“Operasi pasar ini untuk pedagang yang berjualan, jadi kita gaet sejumlah asosiasi pedagang atau supplier di pasar, yakni Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskopas), Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Komite Pedagang Pasar Indonesia (KPPI) dan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI),” kata Direktur Utama PD PAsar Jaya Arief Nasrudin di PT Food Station Tjipinang Jaya, Rabu (16/5).

Pedagang dari beragam asosiasi tersebut akan disiapkan tenda untuk berjualan. Harga kemudian dibagi menjadi dua, ada harga eceran dan harga untuk pedagang. 44 titik pasar itu pun tersebar di lima wilayah kota.

“Mereka anggota asosiasi tersebut akan membantu PD Pasar Jaya menjual berbagai komoditi pangan murah tersebut di 44 lokasi pasar yang sudah ditentukan sebagai lokasi penjualan Program Pasar Murah, sementara komoditasnya berasal dari PD Pasar Jaya dan beberapa mitra antara lain PT Food Station Tjipinang Jaya dan PD Dharma Jaya ,” jelas Arief.

Di pasar murah ini lanjut Arief, nantinya akan menjual berbagai kebutuhan pokok seperti gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, beras, daging sapi, daging kerbau, daging ayam, bawang putih, bawang merah hingga telur.

Sebanyak 44 pasar tradisional yang diikutsertakan semuanya masuk ke dalam Info Pangan Jakarta. Sekedar informasi saat ini ada 44 pasar tradisional yang masuk dalam info pangan Jakarta. Dan pergerakan harga bahan pokok di 43 pasar tradisional tersebut menjadi indikator dalam pengukuran tingkat inflasi di Jakarta.

Kepala Biro Perekonomian Pemprov DKI Sri Haryati menjelaskan, tingkat inflasi Jakarta saat ini cukup aman. Bulan April inflasi DKI tercatat 0,06% atau lebih baik dari bulan lalu yang sebesar 0,09%. Bahkan lebih baik dari inflasi nasional yang sebesar 0,1%.

“Dan yang membanggakan deflasinya itu 0,7%. Dari bahan makanan paling tinggi disumbang oleh beras, daging sapid an bawang. Targetnya kalaupun ada kenaikan di Bulan Mei tetap ada di bawah kendali kita.” pungkasnya.

Adapun titik yang menjadi lokasi pasar murah, antara lain: Pasar Baru Metro Atom, Pasar Cempaka Putih, Pasar Gondangdia, Pasar Johar Baru, Pasar Paseban, Pasar Petojo Ilir, Pasar Pal Merah, Pasar Jembatan Lima, Pasar Grogol, Pasar Cengkareng, Pasar Pos Pengumben untuk wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

Kemudian Pasar Koja Baru, Pasar Sunter Podomoro, Pasar Rawa Badak, Pasar Pluit, Pasar Kelapa Gading, Pasar Pademangan Timur, Pasar Kalibaru, Pasar Santa, Pasar Mampang Prapatan, Pasar Rumput, Pasar Cipete Fatmawati, Pasar Pondok Labu, Pasar Lenteng Agung, Pasar Tebet Barat, Pasar Pesanggrahan untuk wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Selatan.

Dan selanjutnya Pasar Rawamangun, Pasar Cibubur, Pasar Cijantung, Pasar Ciplak, Pasar Pal Meriam, Pasar Pulu Gadung, Pasar Pramuka, Pasar Ujung Menteng, UPB Pasar Jatinegara, UPB Pasar Perumnas Klender, UPB Pasar Mayestik, UPB Pasar Kebayoran Lama, UPB Pasar Minggu, UPB Pasar Induk Kramat Jati, UPB Pasar Tanah Bang Blok A-G, UPB Pasar Senen, UPB Pasar Glodok, dan UPB Pasar Tomang Barat untuk wilayah Jakarta Timur dan Unit Pasar Besar. (A-5)
 

BERITA TERKAIT