Harga Telur dan Daging Ayam Siap Turun


Penulis: Haryanto - 16 May 2018, 23:45 WIB
img
ANTARA FOTO/Saiful Bahri

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan memasuki bulan puasa, harga kebutuhan bahan pokok di pasar-pasar dipastikan mulai turun, kecuali harga daging ayam dan telur.  “Tingginya harga daging ayam dan telur ini karena masih ada integrator besar yang membanjir pasar-pasar tradisional. Oleh karena itu, saya pastikan dalam waktu satu dua hari ini akan turun harga,” kata Enggartiasto seusai menghadiri Dialog Nasional ke-12 Indonesia Maju, yang juga dihadiri Menteri Sosial Idrus Marham dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Semarang, Rabu (16/5).

Menurutnya, agar harga daging dan telur turun akan diberikan toleransi untuk mengakomodasi peternak kecil. Tujuannya agar integrator besar tidak masuk ke pasar tradisional. Lebih lanjut, Enggartiasto menjelaskan agar peternak ayam dan telur tidak rugi, pihaknya memberlakukan harga batas atas dan batas bawah. “Saya pastikan hanya tinggal dua yang harus diturunkan semuanya sudah terkendali. Dan stoknya lebih dari cukup, tidak ada alasan untuk naik,” tegasnya.

Mendag juga mengingatkan agar para pedagang atau distributor tidak menimbun bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran. Pemerintah akan mengambil tindakan tegas dan memproses secara hukum. “Jangan sampai hal itu terjadi sebab tindakan tegas akan dilakukan kepada siapa saja yang melakukan penimbunan bahan kebutuhan pokok,” tegasnya.

Menurutnya, dengan masuknya beras Bulog, dipastikan harga akan turun karena berapa pun kebutuhan akan disuplai. Komoditas bahan pokok yang sudah turun, antara lain bawang merah, bawang putih, cabai merah dan kriting, serta gula pasir. Demikian juga dengan harga daging sapi stabil, sedangkan harga minyak goreng kemasan sederhana Rp11 ribu per liter. “Seluruh bahan pokok sudah tersedia dan pendistribusian bahan pokok dipastikan sudah tersedia di seluruh provinsi,” pungkasnya.

Dari Nusa Tenggara Timur, inflasi pada Mei ini tetap terkendali kendati mulai meningkatnya permintaan terhadap bahan pangan serta tiket angkutan udara menjelang Idul Fitri. Hal serupa juga terjadi di Sumatra Barat. Gubernur Irwan Prayitno yakin selama puasa, inflasi di Sumatra Barat terkendali.

Tiga strategi
Di Jawa Timur, pemprov setempat menyiapkan tiga strategi untuk menjaga kestabilan harga selama Ramadan. “Ada tigas strategi yang sudah saya siapkan untuk mengantisipasi naiknya harga kebutuhan bahan pokok,” kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di Surabaya, Rabu (16/5).

Tiga strategi itu ialah Pemprov beker­ja sama dengan Bulog Jatim untuk menyiapkan 116 gerai menjual kebutuhan pokok di pasar-pasar seluruh Jawa Timur. Kemudian, bekerja sama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Polda Jatim, dan Kodam, serta menggerakkan satgas pangan untuk aktif mengecek stok dan harga pangan.

Sementara itu, di Bangka Belitung, Gubernur Erzaldi Rosman Djohan mengapresiasi kinerja satgas pangan yang intens menjaga stabilitas harga pangan. “Alhamdulillah H-1 puasa, harga bahan pokok stabil,”  ujarnya.  Pada bagian lain, mahalnya harga daging sapi membuat warga Kabupaten Pidie, Aceh, menggantinya dengan daging ayam untuk mameugang. (FL/RF/MR/CS/DG/PO/RS/LN/UL/YH/JS/AD/N-3)

 

BERITA TERKAIT