Girder Tol Batang-Semarang Dipasang


Penulis: . (AS/LN/N-3) - 16 May 2018, 23:15 WIB
img
ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

PEMBANGUNAN Tol Trans-Jawa ruas Batang-Semarang di Krapyak sudah mencapai 76%. Saat ini pengerjaan tol berupa penyelesaian jalur fungsional seperti pengecoran lantai dasar di beberapa titik, marka jalan, rambu, dan penyambungan jembatan.

Pada pembangunan ruas Tol Batang-Semarang ini sempat kesulitan saat memasang girder jembatan di Krapyak ini. Satu dari 10 girder jatuh di atas bentangan sepanjang 50,8 meter pada Senin (14/5) malam. Pemasangan girder kembali lancar. Sebanyak tujuh girder sudah terpasang.

Saat pemasangan girder berlangsung di Tol Krapyak ini, lanjut Yanuar Niko, ruas Tol Manyaran ditutup mulai dari pintu masuk Tol Krapyak dan baru akan dibuka kembali setelah pemasangan balok beton itu selesai seluruhnya. “Saat ini sudah 7 girder terpasang sehingga untuk selesai 10 girder tinggal dua hari lagi selesai,” imbuhnya.

Masih terkait dengan infrastruktur, pembangunan tol layang Pettarani sudah mulai berjalan pada Mei lalu. Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), Anwar Toha, menjelaskan Pemerintah Kota Makassar bersama PT BMN memulai pembangunan proyek tol layang pertama di dalam kota.

Rencananya, konstruksi akan membentang sepanjang 4,3 kilometer di atas jalan nasional AP Pettarani. “Pembangunan bakal memakan waktu 22 bulan. Proyek ini bernilai investasi Rp2,2 triliun tanpa pembebasan lahan. Tol layang Pettarani ini diharapkan dapat menjadi ikon baru, serta dapat mendukung sistem transportasi di Kota Makassar,” kata Anwar, Rabu (16/5).

Pada kesempatan itu, Direktur Teknik dan Operasi PT BMN Ismail Malliungan mengatakan tol layang ini dirancang dengan puncak ketinggian 19 meter di atas tanah. Proyek ini menggunakan konsep beton box ginder yang merupakan teknologi mutakhir untuk konstruksi jalan layang.

Selain percepatan pembangunan infrastruktur untuk arus mudik, juga masalah keamanan pemudik. Termasuk keamanan pemudik dari serangan teroris. Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar Polda Jawa Tengah. “Melihat kondisi saat ini dengan kerawanan tindak terorisme, maka kekuatan pengamanan mudik Lebaran diperkuat hingga 21 ribu polisi diturunkan,” kata Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono, Rabu (16/5).

Pada H-10 hingga H+10, setiap 5 kilometer jalur mudik ditempatkan petugas keamanan gabungan Satuan Lalu Lintas, Brimob, dan pasukan lainnya. (AS/LN/N-3)

 

BERITA TERKAIT