Usai Penangkapan Teroris, Kontrakan Petak dan Kost di Tangerang Dicek Polisi


Penulis: MICOM - 16 May 2018, 19:19 WIB
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

PASCAPENANGKAPAN enam orang di dua lokasi berbeda di Tangerang, polisi melakukan pemeriksaan identitas di kontrakan dan tempat kost di sejumlah kawasan di Tangerang.

Puluhan polisi bersenjata lengkap melakukan pemeriksaan identitas seluruh penghuni yang sebagian besar merupakan pendatang di petak-petak kontrakan Jalan Masjid Darussalam, Kedaung Pamulang.
    
"Tadi ada empat mobil besar, anggotanya ke petak-petak kontrakan. Terus menanyakan identitas KTP dan KK," kata Rani salah satu penghuni salah satu petak kontrakan ketika ditemui, di Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (16/5) petang.

Tak hanya memeriksa identitas, aparat yang juga dilengkapi dengan senjata lengkap tersebut ikut menghimbau agar masyarakat segera melaporkan apabila ada tindakan yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal.

"Tadi bapak polisi bilang kalau memang ada yang mencurigakan langsung lapor. Ke Brimob kan dekat," kata dia.

Sementara pemilik kontrakan Ali Marwan mengatakan saat pemeriksaan terjadi dirinya sedang tidak ada di rumah. Namun menurut penjelasan istrinya, rombongan polisi datang bersama dengan ketua RT setempat.

"Sedikitnya ada 33 pintu yang diperiksa. Semua penghuninya diminta menunjukkan identitas. Lagipula sebelumnya kalau ada yang mau mengontrak juga dimintai identitas," ujar Ali.

Dia menambahkan sampai saat ini tidak ada tindakan mencurigakan dari seluruh penghuni rumah kontrakan miliknya. Namun kewaspadaan akan tetap ditingkatkan. Mengingat seluruh penghuni kontrakan merupakan pendatang. "Saya terus berkoordinasi. Kalau memang ada yang mencurigakan akan langsung saya laporkan," ujar dia.

Selain itu, aparat Polresta Tangerang, Banten, melakukan pendataan terhadap penghuni tempat kos agar dapat diketahui secara jelas identitas mereka, dengan cara pemeriksaan KTP dan kartu keluarga (KK) sebagai antisipasi tindakan redikalisme, terutama di Kecamatan Balaraja.

"Kami menyisir beberapa lokasi dengan melibatkan RT dan RW serta  anggotaKoramil set empat," kata Kapolsek Balaraja, Kompol Wendy Adrianto di Tangerang, Rabu.

Wendy mengatakan upaya tersebut merupakan operasi yustisi untuk mengetahui kegiatan penghuni rumah kos, setelah itu petugas juga berkoordinasi dengan kepala desa dan camat setempat.

Menurutnya, dari hasil pendataan bahwa banyak penguni rumah kos yang enggan melaporkan ke RT dan RW setempat, ini sangat disesalkan karena biasanya tamu harus melapor dalam waktu setiap dua kali 24 jam.

Dia berharap ketua RT dapat memastikan penghuni rumah kontrakan, bila tidak jelas identitas mereka dikhawatirkan melakukan tindakan anarkis dan krimalitas lainnya. (Ant/OL-5)

BERITA TERKAIT