Pola Penghitungan Nilai SBMPTN Diubah


Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani - 08 May 2018, 11:02 WIB
Dok. MI
Dok. MI

ADA yang berbeda dari pola perhitungan nilai atau skor hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini. Bila biasanya skir dinilai dengan skema penambahan 4 poin pada jawaban benar, 0 pada jawaban tidak diisi, dan -1 pada jawaban salah, tahun ini, skema skor hanya berupa poin 1 pada jawaban benar dan poin 0 pada jawaban salah atau tidak diisi.

"Kami ubah karena kami anggap skema penilaian sebelumnya tidak adil bagi mereka yang sudah berupaya mengerjakan soal," ujar Menteri Riset dan Dikti M Nasir, saat meninjau pelaksanaan SBMPTN di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, Selasa (8/5).

Nasir mengatakan pola penilaian tersebut bernama item response theory. Yakni melihat respon siswa dalam mengerjakan atau mengisi soal. Simulasi penghitungan telah berkali-kali dilakukan sebelum memutuskan untuk melakukan perubahan pada SBMPTN tahun ini.

"Jadi dalam soal terbagi kategorinya. Ada dibagi berdasarkan tingkat kesulitan. Jadi ketika ada skor akhir yang sama dilihat soal kategori mana yang paling banyak ia kerjakan. Itu juga ada pola atau nilainya penghitungannya sendiri," ujar Nasir.

Ia mengatakan, dengan begitu diharapkan sistem penghasil skor akhir akan lebih adil bagi anak-anak yang mengikuti ujian. Paling tidak, mereka akan mau lebih berusaha mengerjakan soal dan tidak meninggalkannya.

"Jadi jangan ada soal yang ditinggalkan karena masih ingat pola penghitungan tahun-tahun lalu," ujar Nasir. (OL-2)

BERITA TERKAIT