Tidak Ada Toleransi untuk Joki SBMPTN


Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani - 08 May 2018, 09:13 WIB

MENTERI Riset dan Dikti, M Nasir mengatakan tidak akan menoleransi kecurangan pada pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018. Termasuk di dalamnya perjokian yang selalu marak ditemukan setiap tahun.

"Kalau ditemukan, saya sudah minta pada panitia, ini urusan negara jadi urusan pidana," ujar M Nasir, saat meninjau pelaksanaan SBMPTN di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, Selasa (8/5).

M Nasir mengatakan Kementerian dan seluruh panitia pelaksana SBMPTN telah melakukan segala bentuk pengawasan dan pengawalan. Baik pada saat persiapan hingga pelaksaan ujian.

"Ini pengawasannya ketat. Saya tidak mau ada celah," ujar M Nasir.

Ia mengatakan, bila mahasiswa atau perguruan tinggi yang melakukan kecurangan, hukuman utama yang harus dijatuhkan ialah pemecatan. Selanjutnya diserahkan pada kepolisian untuk dipidanakan.

"Kita tidak akan menoleransi kecurangan di perguruan tinggi. Kalau ada kecurangan akan kami pidanakan. Panitia juga akan dipidanakan. Karena ini sama saja membongkar rahasia negara," ujar M Nasir.

Hhari ini, M Nasir memantau pelaksanaan SBMPTN, di Univesitas Pendidikan Ganesha, Buleleng, Bali. Menristek didampingi ketua panitia pusat SBMPTN, Ravik Karsidi dan Rektor Universitas Pendidikan Ganesha, I Nyoman Jampel secara simbolis melakukan penyerahan soal dari panitia pusat SBMPTB ke panitia lokal untuk kemudian dibagikan pada peserta SBMPTN 2018. (OL-2)

BERITA TERKAIT