Bermalam Ditemani Ratusan Ikan


Penulis: Suryani Wandari - 06 May 2018, 05:25 WIB
img

TANGAN salah seorang pengunjung itu masuk ke air di akuarium khusus bernama Touch Pool yang ditumbuhi karang dan pasir. Dengan ragu-ragu tangannya menyentuh punggung ikan pari yang memiliki motif polkadot berwarna biru yang seperti menyala. Di tempat aslinya yang berada di seluruh Samudra Hindia tropis dan barat Pasifik, ikan pari ini terkenal dengan racun yang berada di ekornya lo sobat.

"Duri di ekornya ini akan mengeluarkan racun jika terkena kulit, 15-20 menit racunnya akan cepat menyebar menyebabkan demam, panas tinggi bahkan bisa sampai meninggal," kata Kak Atung, Guest Service Jakarta Aquarium yang memandu Medi dan wartawan lain, Minggu (29/4).

Namun, tenang sobat, duri ikan pari di sini sudah dipotong lo. Meski durinya seperti kuku yang akan tumbuh dalam beberapa hari, durinya akan tetap dicek dan dipotong petugas sehingga aman jika disentuh lo sobat. Selain ikan pari, di area Touch Pool ini pengunjung pun bisa menyentuh hiu bambu, bintang laut, dan teripang lo.

Wah baru masuk tapi sudah seru ya pengalamannya. Mau tahu lebih banyak sobat? Ikuti terus petulangan Medi di Jakarta Aquarium di Neo Soho, Jakarta Barat, ya!

Ratusan satwa laut dan darat
Sesuai konsepnya bernama akuarium, tempat ini menyajikan sarana edukasi terbaru dengan hadir sebagai pusat konservasi satwa laut dan daratan dalam bentuk akuarium.

Di bawah naungan Taman Safari Indonesia, Jakarta Aquarium memiliki 600 satwa serta ribuan ikan endemis Indonesia untuk dipelajari dan dinikmati keindahannya nih. Ya, Sobat bisa merasakan sensasi bertualang di bawah laut lo, dimulai dari simulator lima dimensi yang seru, tangki besar yang berisi aneka biota laut, serta area Touch Pool yang Medi ceritakan tadi.

Beragam jenis satwa laut ada di sini, termasuk terumbu karang yang selama ini dianggap sebagai tumbuhan laut lo. Ya, terumbu karang sebenarnya merupakan ekosistem bawah laut yang terdiri atas sekelompok binatang karang yang membentuk struktur kalsium karbonat atau semacam batu kapur.

"Binatang karang memang terlihat seperti tanaman, padahal terdiri dari hewan-hewan kecil bernama polip yang bentuknya menyerupai karung. Polip ini memiliki tentakel di bibir tubuhnya yang berfungsi menangkap mangsa," kata Kak Atung menjelaskan di dekat pintu masuk.

Masuk lagi ke dalam kita akan melihat aneka hewan dataran endemis Indonesia seperti kepiting kelapa atau ketam kenari yang perilakunya suka mengambil buah kelapa untuk dimakan. Ia menggunakan capitnya untuk membuka kelapa maupun memanjat ke atas pohon. Ada pula binturong, biawak jawa, hingga berang-berang.

Jika kita melihat ke atas, ada hiasan berbentuk ikan yang sedang melakukan schooling yang berarti sekelompok ikan yang berenang ke arah yang sama. Di alam aslinya, ikan laut yang melakukan schooling ini bukan tanpa alasan. Mereka berenang sambil berbaris untuk menemukan arah yang tepat, menyinkronkan perburuan sambil membingungkan para predator. Fungsi hiasan ini pun menyerupai aslinya, yakni menuntun pengunjung untuk mengarahkan ke jalan yang benar menuju lantai bawah.

Menginap bersama ikan

Kabar gembira nih sobat, setelah hadir sejak Desember 2016, kini akuarium indoor terbesar di Indonesia ini meluncurkan program Aqua Camp untuk mengajak anak-anak merasakan pengalaman menginap dan menjelajah serunya suasana dalam bawah air laut.

"Dipandu dokter hewan, pengajar dan tim profesional, Aqua Camp akan dilaksankan dengan cara fun selama 2 hari 1 malam yang akan dilaksanakan pertama kali tanggal 4 Mei 2018," kata Kak Shabrina Andrawini, Educator Officer Jakarta Aquarium.

Ya, jika biasanya berkemah berada di puncak gunung yang ditemani pohon-pohon, kini ditemani ikan yang beberapa di antaranya berjenis nokturnal atau aktif di malam hari seperti piranha. Mereka pun akan belajar beragam perilaku ikan dan cara memberi makan ikan-ikannya. Biaya Aqua Camp ini bisa di-booking seharga Rp770 ribu per orang dan bermalam di area south sea gallery zona 12, yakni menghadap main tank atau akuarium terbesar yang berisi ratusan ikan dan hiu beragam jenis dan ukuran.

Dapur akuarium

Tak hanya pengalaman bermalam, peserta Aqua Camp juga nantinya bisa masuk ke Back of House (BoH), yakni area dapur akuarium yang berada di atas akuarium. Di dalamnya terdapat kulkas besar untuk menyimpan bahan makanan ikan-ikan dam laboratorium untuk mengatur dan menjaga kualitas air. Ssstt... tempat ini tidak boleh dimasuki sembarangan orang lo.

Dokter hewan yang saat itu berada di ruang laboratorium mengatakan penyakit yang paling banyak diderita hewan di Jakarta Aquarium ialah bakteri jamur. Oleh karena itu, tak mengherankan ruangan ini terdapat beberapa obat dan papan klasifikasi penyakit hewan beserta dosis-dosis penawarnya.

Sobat, selain airnya diambil dari laut asli, para ilmuan di sini pun bisa membuat air dari garam khusus lo. Setiap harinya mereka mengontrol kualitas air agar ikan-ikan tak stres. Keren, kan, sobat? Sobat Medi berniat bertemu ikan-ikan lucu ini? (M-1)

 

BERITA TERKAIT