Aneka Kreasi Banyak Kerja Keras


Penulis: (M-4) / Iis Zatnika - 06 May 2018, 02:30 WIB
DOK PRIBADI
DOK PRIBADI

 FESYEN-FESYEN adibusana, termasuk di antaranya yang melibatkan sentuhan tangan pada jahitan dan ornamennya, menjadi penanda perayaan kreativitas siswa-siswa LaSalle College Jakarta. Ada 144 karya siswa yang ditampilkan pada Creative Show, pada Jumat (13/4) di Jakarta.

Mereka, para siswa fashion design yang lulus pada 2018. Di antaranya ada empat baju bertema Flosdome karya Ellene Alserita Kumala yang terinspirasi dari koleksi aneka flora di Flower Dome Singapura. Memilih material satin, jersey, hingga organdi, Ellene bukan harus berjibaku dengan mengajukan 50 sketsa untuk diseleksi dosen, hingga mewujudkannya dalam lima produk dan hanya empat yang ditampilkan di panggung. Tantangan lainnya membuat 20 origami dari material tafeta untuk tiap-tiap produk yang dibuat dengan tangannya sendiri.

"Aku fokus pada outerwear yang menonjolkan efek tembus pandang, backless," kata Ellene, siswa terbaik dari jurusan fashion design.

Kelulusan dan predikat itu menjadi rangkaian perjalanan Ellene merintis mimpinya menjadi desainer fesyen yang menurutnya memadukan keterampilan dan perilaku.

"Karena dari luar dunia ini sepertinya glamor, karena kami belajar dari nol, semua harus dipelajari mulai dari sketsa hingga menjahitnya, dengan banyaknya tugas yang melatih kita untuk mandiri. Kami dituntut kerja keras belajar dan praktik, terkadang ya harus begadang juga," ujar Ellene yang mengaku juga belajar banyak dari desainer Gloria Agatha dengan lini fesyennya, Jii.

"Dari beliau, saya belajar tentang bisnis, marketing, praktik langsung mendesain untuk brand, membuat sampel hingga menjahitnya," kata Ellene yang tengah merintis brand miliknya sendiri yang berfokus pada baju siap pakai, tetapi bergaya premium sehingga keren untuk dikenakan dalam pesta atau makan malam nan istimewa.

Mempraktikkan keterampilan mendesain dan produksinya, Ellene kini tengah berburu pelaku usaha konveksi yang dapat menjadi mitranya.

Kerja sebelum lulus
Kerja keras serupa juga telah dilalui Regina Dharmawan, alumnus terbaik fashion business yang perjalanannya merintis bisnis @whimsical.id telah diuji sebelumnya pada ajang Creative Week di Mal Kota Kasablanka. "Kami didorong untuk belajar dari awal hingga akhirnya bisa memiliki clothing line sendiri," kata Regina yang mengaku menetapkan merek fesyennya berciri, menekankan pada permainan warna, dan banyak terinpirasi pada pola kimomo Jepang.

Regina kini merawat @whimsical.id bersama dua kwannya, sembari bekerja di sebuah grup perusahaan pemilik lisensi atas merek-merek fesyen premium, termasuk arloji-arloji mewah.

"Saat campus hiring, kami bisa memasukan riwayat hidup dan portofolio jadi sebelum resmi lulus sudah kerja deh! Seru, sekarang aku bisa belajar bagaimana praktik bisnis yang sebenarnya karena kami diajari dari awal hingga akhir praktik bisnis, jadinya sudah akrab dengan beberapa praktiknya, soal manajemen stock keeping unit (SKU) misalnya," ujar Regina yang mengaku juga belajar banyak tentang praktik memadukan bisnis fesyen dengan aneka peranti buat mengungkitnya agar senantiasa kekinian, termasuk dengan menggunakan media sosial, influencer, hingga strategi kolaborasi. Bekal keterampilan dari kampus itu kini divalidasi di dunia kerja.

Bertemu publik
Memadukan idealisme, ide kreatif, kompromi, dan komitmen menjaga mutu agar kreasi dalam imajinasi, tereksekusi sempurna di lapangan, kini dijalani Jesslyn Fibela, juga alumnus terbaik dari jurusan desain interior. Pembelajaran itu ia dapat dari masa magangnya selama tiga bulan di Atelier Cosmas Gozali (ACG) pelaku interior desain ternama negeri ini. Pun, saat kampus menampilkan karya-karyanya dalam ajang-ajang kampusnya, untuk dipertemukan pada publik.

Kini, di dunia kerja, ia pun terus mengedukasi bahwa desain interior idealnya dilibatkan dari tahap awal perancangan bangunan. "Karena kalau kami dipanggil setelah bangunan jadi, maka yang bisa dilakukan hanya bersifat dekoratif, bukan konsep overall yang bisa memadukan keinginan pemilik bangunan, masukan dari kami sebagai desainer, serta berbagai faktor lainnya, termasuk keamanan," ujar Jesslyn.

BERITA TERKAIT