Kecantikan Bisnis Masa Depan


Penulis: Hendrikus Yohanes/(m-1) - 22 April 2018, 04:00 WIB
img
DOK PRIBADI

Di peluncuran Ovalle Micellar Water, di Jakarta, Senin (9/4), mata para wartawan tertuju pada Natasia Adrina, akrab disapa Tasia, beauty influencer yang juga make up artist. Ia sukses menyakinkan para jurnalis, produk keluaran PT Kino Indonesia, itu akan membuat para perempuan kian kece.

Ia mengusapkan cairan untuk membersihkan wajah sang model yang seorang wartawan dengan kapas dan menciptakan kejutan. Tampilan before and after, sebelum dan sesudah didandani, yang keren abis. Perubahan terjadi drastis, kendati sepuhan warna yang ditambahkan bergaya para perempuan masa kini, bernuansa lembut namun segar, persis wajah-wajah yang gemar selfie di Instagram.

Ya, bisnis kecantikan terus bertumbuh, selain ada produk lokal yang diuji coba Tasia itu, ada banyak wajah-wajah kreatif yang membuat kosmetika jadi salah satu bisnis paling hits. Muda kemudian mewawancarai Tasia untuk menggali kiat-kiatnya eksis di dunia yang penuh perempuan-perempuan percaya diri itu. Simak ya!

Sejak kapan mulai suka make-up?

Saya memang ambil kuliah jurusan pendidikan tata rias, lulus sekitar 2014 dari Universitas Negeri Jakarta. Tapi sebelum lulus pun, saya sudah sambilan kerja sejak Semester 1, sebagai paruh waktu.

Dari kecil, aku terpengaruh mama yang passion-nya juga di bidang yang sama. Dari kecil, aku suka makeup dan gambar. Makanya setelah lulus SMA, terpengaruh dari teman yang bekerja di salah satu media, saya baru tahu ternyata ada kuliahnya.

Perjalanan hingga sampai ke titik ini?

Aku dari Semester 1 sudah bisa menghasilkan uang sendiri dengan melakukan praktik makeup di sanggar, tv. Sebelum lulus juga sempat magang di merek kosmetik lokal sehingga dapat banyak pengalaman. Setelah lulus, saya mulai fokus ke Instagram. Tadinya sempat enggak kepikiran kalau Instagram ternyata pengaruhnya luas.

Dari situ, berdatangan banyak klien, mulai deh ngembangin sendiri, ikut-ikut beberapa kali workshop sama makeup artist yang hits pada masa itu, kira-kira awal 2015.

Jadi waktu itu mulai dapat uang tuh, sekaligus langsung belajar makeup lagi! Sampai akhirnya, sempat ngajar di Mustika Ratu sebagai freelance sekitar setahun. Setelah itu ikut pameran-pameran, jadi makeup artist, termasuk di pernikahan.

Sosok yang menginspirasi kamu?

Dulu pas saya SMA saya sudah makeup wedding dan promnight buat teman-teman sekelas. Meskipun belum dibayar. Awalnya sih ragu, tapi ibu bilang pasti bisa!

Makanya, orangtua, keluarga sih yang selalu mendukung saya. Mereka yang selalu menginspirasi. Kalo soal makeup artist, yang pertama saya tahu, setelah lulus kuliah itu Anpa Suha.

Dia lumayan banyak menginspirasi saya. Dulu sempat 2 kali ikut kelasnya dia. Belum lama ini juga sempat ketemu, meskipun enggak kenal secara personal, cuma sering mengikuti perkembangan dia.

Kiat kamu agar eksis sebagai beauty influencer, sosok yang sering digandeng merek kecantikan?

Mungkin, harus sering berbagi informasi tentang suatu produk, jangan hanya pas di-endorse atau dikontrak.

Nggak dibayar pun, kalau ada kosmetik baru, atau teknik yang bermanfaat, harus di-share.

Nah dari situ, orang juga bakal percaya bahwa kita bukan cuma terima endorse, tapi juga bisa kasih edukasi buat netizen. Misalnya, saya kan suka kasih ulasan makeup di Insta Story.

Bagaimana dengan follower kamu di media sosial?

Yang pasti terus nambah sih. Hehe. Tergantung sih, kalau habis nge-review atau ikut event, biasanya lumayan berpengaruh. Untungnya belum ada haters-nya.

Ciri khas makeup kamu?

Biasanya saya makeup nggak yang terlalu bold atau tegas, ya. Kalo yang keseluruhan, bedak itu yang flawless, mungkin lebih kuatnya di alis atau di area mata. Tapi enggak terlalu bold, yang flawless saja.

Rata-rata klien cari-cari karena katanya makeup saya nggak menor, lebih soft gitu. Ya, tapi namanya makeup kan juga soal selera, kita enggak bisa ngatur juga. Hehe. Makanya saya juga masih belajar terus.

Apakah ini profesi utama kamu?

Iya ini profesi utama dan satu-satunya.

Sistem tarif untuk satu pekerjaan sebagai influencer atau proyek makeup?

Tergantung sih. Kalo influencer enggak nentu juga. Tapi, kalo makeup itu biasanya per tahun progress-nya. Misalkan di tahun ini buat pengantin di angka RP5 juta, mungkin tahun depan biasanya naik, kan enggak mungkin turun. Kalo beauty influencer biasanya ada negosiasi dengan produknya dulu.

Pencapaian tertinggi kamu?

Kalau sampai saat ini, sejujurnya dari dulu saya punya angan-angan bisa berdiri di depan, sharing apa pun itu, kayak influencer tadi. Dan nggak nyangka, ternyata sudah tercapai.

Terus, bikin beauty workshop kayak kemarin, bekerja sama dengan perusahaan Bobbi Brown, salah satu brand kosmetik high end. Saya juga sempat kaget dan bersyukur banget.

Teknik khusus yang jadi ciri khas kamu?

Mungkin complexion sama alis, saya juga on the way mau share-share tutorial, karena banyak request dari klien. Tapi, pelan-pelan sih, karena harus proses dulu untuk manajemennya.

Sudah punya tim manajemen?

Sejauh ini tim manajemennya masih keluarga. Udah mulai rekrut orang, tapi masih dalam keluarga, asisten ada dua, itu masih saudara. Terus manajernya, kakakku. Tapi, mungkin tahun ini, bakal diatur semuanya, karena udah semakin keteteran.

Bagian wajah yang paling kamu suka di makeup?

Mata, karena itu jadi point of interests.

Tanggapan kamu terhadap produk kecantikan keluaran artis?

Biasanya sih, kerja sama dengan produk kecantikan lain, cuma pakai nama artisnya. Jarang ada yang benar-benar belajar kosmetik, sehingga ini ekspansi bisnis saja. Cuma, kalau produknya enggak bagus, kan sayang karena citra dia yang dipertaruhkan.

Cara kamu untuk tetap kompetitif?

Jangan pernah berhenti belajar. Sekarang atau nanti, harus tetap mengembangkan diri juga pintar melihat pasar. Ya Insya Allah, kita akan tetap dicari.

Satu lagi, kita juga harus kuatkan signature dan jangan cuma ikut-ikutan, karena orang enggak bakal cari. Tapi, kalau kita punya karakter, orang bakal dicari, karena ciri itu enggak ada di orang lain.

Tantangan yang pernah kamu alami dan cara mengatasinya?

Soal manajemen, lagi proses. Saya juga harus belajar mengenali karakter. Tapi, sejauh ini sih lumayan bisa kontrol emosi, membawa diri.

Kadang begini, kita melihat kan kalo kayak gini, lebih bagus, tapi klien kan enggak semuanya mau menerima saran.

Jadi kita harus ada edukasi, kalau kliennya percaya, ya syukur, kalau enggak, kita balik lagi ke kepuasan kliennya. Kita juga enggak bisa memaksakan kemauan kita.

Kiat sukses yang bisa kamu bagi?

Tipsnya sih, ketika kamu merasa punya ketertarikan dalam dunia makeup, kamu harus tetap jadi diri sendiri dan jangan pernah berhenti belajar. Kenapa? Karena kalau kita berhenti belajar, bakal ketinggalan, sedangkan persaingan akan semakin ketat.

Dengan belajar, kita bakal jadi orang yang kaya akan ilmu dan keterampilan. Berikutnya, jangan takut enggak ada rezeki. Cari dulu signature kamu, jati diri dan rezeki akan datang dengan sendirinya.

Biodata

Nama : Natasia Adrina

Tempat tanggal lahir : Jakarta, 11 Maret 1992

Pendidikan : S1 Tata Rias Universitas Negeri Jakarta

Event :

Peluncuran Ovale Micellar Water, April 2018

Workshop Collaboration with Bobbi Brown, 2018

Event Jakarta Fashion Week 2016

Event Kartini Mandiri

Event Awarding Night Mandiri Prioritas

BERITA TERKAIT