Bimanesh Takut Dituntut Novanto


Penulis:  Putri Anisa Yuliani - 17 April 2018, 10:55 WIB
MI/BARY FATHAHILAH
MI/BARY FATHAHILAH

DIREKTUR RS Medika Permata Hijau, Hafil Budianto Abdulgani, menyebut Bimanesh Sutarjo sempat meminta rumah sakit untuk menerima permintaan rawat Novanto karena mantan Ketua DPR RI itu merupakan seorang pejabat negara. Bimanesh juga mengatakan dirinya khawatir jika rumah sakit tidak menerima permintaan rawat Novanto yang dibuat kuasa hukumnya, rumah sakit akan dituntut.

"Dalam laporan tertulisnya, dokter Bimanesh mengatakan rumah sakit harus menerima Bapak Setya Novanto karena beliau pejabat negara. Jika tidak, rumah sakit akan dituntut," kata Hafil saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Hafil dalam kesaksiannya mengatakan dirinya sedang berada di Melbourne, Australia, untuk menghadiri suatu acara saat kecelakaan Novanto terjadi pada 16 November 2017. Ia hanya mendapatkan laporan dari pelaksana tugas pelayanan medis yang menjabat waktu itu, dokter Alia Shahab.

Meskipun demikian, dirinya dengan tegas menyatakan meragukan surat visum kecelakaan Novanto yang ditulis Bimanesh. Menurut Hafil, surat visum oleh dokter Alia diarahkan untuk dibuat Bimanesh karena Bimanesh ialah dokter yang akan merawat Setya Novanto. "Saya tidak permasalahkan isinya. Yang saya permasalahkan adalah logo, nomor, dan kop surat," lanjut Hafil.

Hadir sebagai saksi dari jaksa penuntut umum KPK, Hafil juga membenarkan tindakan yang diambil dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Medika Permata Hijau, Michael Cahaya, yang menolak permintaan dari mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Hafil mengetahui dari laporan bahwa Michael menolak permintaan Fredrich yang ingin agar mantan Ketua DPR RI itu dirawat inap dan dibuatkan diagnosis kecelakaan pada 16 November 2017 sebelum kecelakaan terjadi.

"Ada aturan rumah sakit yang membenarkan itu Yang Mulia. Dokter di rumah sakit boleh menolak permintaan jika itu bertolak belakang dengan etika profesi kedokteran maupun keperawatan," kata Hafil.

 

Merasa difitnah

Saat menanggapi kesaksian itu, Bimanesh merasa dirinya difitnah rekannya, dokter Michael Cahaya, dan juga para perawat yang berjaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Medika Permata Hijau. Bimanesh menyebut fitnah itu dilakukan untuk menutupi kesalahan Michael yang tidak berada di ruangan IGD saat kecelakaan Novanto terjadi. "Dokter Michael senyatanya harus berbohong karena untuk menutupi kesalahannya akibat ketiadaannya di IGD," kata Bimanesh seusai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.

Sementara itu, para perawat yang berbohong mendukung pernyataan Michael disebut Bimanesh disebabkan perawat tersebut yang sebetulnya bersalah telah mengirim Novanto ke ruang rawat inap VIP lantai 3 tanpa ada pemeriksaan terlebih dulu oleh dokter IGD yang saat itu dipegang dokter Michael.

Rekaman CCTV pada hari kecelakaan terjadi menjadi bukti kuat bahwa para perawat yang mengirim Novanto ke lantai tiga. Namun, menurutnya, perawat membuat seolah dirinyalah yang membuat surat rekomendasi rawat inap untuk Novanto sebelum diperiksa dokter jaga IGD dan menjadikan hal tersebut sebagai sebuah kesalahan prosedur.

Ia juga menyebut dokter Alia Shahab telah berkali-kali menghubungi Hafil yang kala itu berada di Melbourne untuk menjelaskan akan ada pejabat negara yang dirawat di RS. Ia pun datang ke rumah sakit karena ditelepon dokter Alia untuk menangani Novanto, bukan sebaliknya.

"Ia (Alia) sampai membayar terlebih dulu honor lembur perawat yang merawat Novanto. Ia juga yang menghubungi saya untuk datang ke rumah sakit. Saya datang karena dihubungi dia, bukan karena keinginan sendiri," kata Bimanesh. (P-4)

BERITA TERKAIT