Masuk Daftar Merah, Tiga Taman Nasional Menanti Nasib


Penulis: Dhika Kusuma Winata - 16 April 2018, 23:19 WIB
MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE
MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

TIGA taman nasional Indonesia yang masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) diupayakan untuk segera keluar dari daftar bahaya tersebut. Ketiga taman nasional itu ialah Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Penentuan nasib ketiga taman nasional yang tergabung dalam Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra itu akan ditentukan dalam sidang World Heritage Committee ke-42 yang digelar di Bahrain, 24 Juni-4 Juli mendatang.

Direktur Diplomasi Warisan Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Najamudin Ramli mengatakan tim dari Badan PBB Unesco telah melakukan pengecekan terhadap tiga taman nasional tersebut. Mereka menilai tiga kawasan itu perlu mendapat perhatian khusus.

Perhatian khusus itu meliputi penertiban atas perambahan hutan dan peninjauan kembali pembangunan infrastruktur yang berpotensi merusak ekosistem. Najamudin menyatakan hutan Indonesia oleh Unesco diharapkan bisa terus berperan sebagai paru-paru dunia.

"Hal-hal yang menjadi evaluasi itu akan diperbaiki. Warisan alam itu tidak boleh dijamah oleh siapapun sehingga bisa dipertahankan menjadi warisan alam dunia," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (16/4).

Kepala Bidang Sejarah dan Warisan Dunia Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dohardo Pakpahan, mengatakan tiga kawasan tersebut sudah masuk daftar merah sejak 2011. Pemerintah berjanji untuk mengeluarkannya dari zona kritis IUCN.

"Janji kita pada 2018 ini mengeluarkan tiga kawasan itu dari daftar bahaya. Pada sidang WHC di Bahrain nanti akan diputuskan keluar atau tidak dari daftar itu," kata Dohardo.

Ia menambahkan warisan alam lainnya yang dimiliki Indonesia, yakni Taman Nasional Lorentz, saat ini juga mulai terancam oleh pembangunan infrastruktur. Berdasarkan catatan IUCN, status konservasinya berada dalam zona kuning atau satu tingkat di atas zona kritis. (OL-7)

BERITA TERKAIT