Jalur Alternatif di Ciamis Rusak


Penulis:  Kristiadi - 17 April 2018, 00:30 WIB
MIANTARA FOTO/Adeng Bustomi
MIANTARA FOTO/Adeng Bustomi

HINGGA kini jalur alternatif yang biasa dilintasi para pemudik di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, belum juga diperbaiki. Masih banyak lubang dan perbaikan tambal sulam yang cukup membahayakan pemakai jalan.

Humas Polres Ciamis Iptu Iis Yeni Idaningsih mengatakan jalur alternatif termasuk jalan lintas selatan Jawa Barat ke Jawa Tengah, seperti halnya di Jalan Sindangkasih menuju Cikoneng, ditemukan banyak lubang.

"Sekarang ini perbaikan masih tambal sulam. Kami berharap pemerintah daerah segera memperbaiki jalan alternatif. Juga jalan alternatif dari arah Cihaurbeuti menuju Kecamatan Panumbang selama ini masih digunakan pemudik yang akan menuju Tol Cipali, kondisinya rusak dan belum diperbaiki," tambahnya.

Adapun jalan alternatif lainnya melalui Kecamatan Kawali menuju Cirebon cukup bagus. "Tapi, harus diwaspadai adanya tebing di sepanjang jalan yang rawan tanah longsor," lanjut Iis.

Masih di Jawa Barat, menjelang Ramadan Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan. Survei lapangan akan dilakukan secara gabungan dengan tim teknis lainnya.

"Tahap awal nanti kita akan survei gabungan memantau kondisi jalan. Kalau memang ada kondisi jalan rusak, kita akan bersurat. Kebanyakan jalur yang akan dilalui pemudik statusnya nasional," kata Kasatlantas Polres Cianjur, AK Rendi Setia Permana kepada Media Indonesia, kemarin.

Survei lapangan itu juga menyangkut kesiapan sarana dan prasarana seperti lampu penerangan jalan umum maupun rambu-rambu. Utamanya di ruas-ruas jalan alternatif sebagai antisipasi terjadinya arus mudik saat malam. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Nanti kita coba memasang lampu portable di ruas jalan alternatif sebagai antisipasi terjadinya peristiwa di luar kemampuan kita, seperti bencana dan lainnya," ujarnya.

Dari Jawa Tengah, Dinas Pekerjaan Umum Banyumas, Jawa Tengah, mulai mempersiapkan jalur alternatif untuk arus mudik Lebaran. Sedikitnya 20 ruas jalan menjadi target perbaikan dengan panjang 200 kilometer. Tetapi, prioritasnya ialah jalur alternatif utama yang harus selesai pada H-10 Lebaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Banyumas, Irawadi mengatakan pihaknya menyiapkan jalur alternarif untuk arus mudik Lebaran.

"Ada sejumlah ruas jalan yang nantinya dikebut penyiapannya untuk arus mudik Lebaran. Secara keseluruhan ada 20 ruas jalan yang bakal digarap tahun ini dengan panjang 200 km. Anggarannya mencapai Rp7 miliar," kata Irawadi.

Meski demikian, Dinas PU akan memprioritaskan jalur alternatif utama, sehingga pada arus mudik bisa dipakai.

Pelintasan liar
Pada bagian lain, menjelang arus mudik PT Kereta Api Indonesia Daop 3 Cirebon menutup 40 perlintasan liar. Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Krisbiyantoro mengatakan 40 perlintasan liar ini terbentang mulai dari Stasiun Tanjung Rasa, Stasiun Prupuk, hingga Stasiun Brebes yang merupakan wilayah kerja Daop 3.

Perlintasan liar tanpa penjagaan tersebut lebarnya 2 meter, dan sering digunakan warga untuk berangkat ke kebun, sawah maupun bermain.

Di wilayah Daop 3 Cirebon terdapat 198 perlintasan. "Tapi, perlintasan resmi yang dijaga baru 81, sisanya tidak dijaga," lanjut Krisbiyantoro.

Menurutnya perlintasan yang tidak terjaga merupakan titik potensi rawan kecelakaan kereta api. "Karena di situ merupakan titik perpotongan antara jalur kereta api dengan jalan raya," tambahnya.

Berdasarkan data, mulai Januari hingga April sudah terjadi 7 kali kasus kecelakaan di perlintasan liar.

(BB/LD/UL/N-3)

 

BERITA TERKAIT