Rumah Cagar Budaya Dahor Ikut Pameran Musem Se-Indonesia


Penulis: Micom - 16 April 2018, 20:45 WIB
img
Ist

MUNGKIN belum banyak orang yang tahu sejarah Balikpapan, Kalimantan Timur, hingga dijuluki sebagai kota minyak. Pasalnya, sejarah yang melekat belum banyak terekspos ke luar.

Minimnya wadah untuk bernostalgia menjadi salah satu sebab. Sebagian masyarakat yang menetap lama di Kota Beriman itu mungkin tidak mengetahui Balikpapan merupakan kota yang penting di era Perang Dunia II karena sebagai penghasil minyak. Apalagi masyarakat Indonesia di luar Balikpapan.

Baru pada 2016, masyarakat bisa mengenal sejarah kota yang pernah dijajah Belanda dan Jepang itu lebih jauh. Dan pada tahun ini telah diresmikan Rumah Cagar Budaya Dahor. Rumah panggung yang awalnya merupakan hunian untuk karyawan perusahaan minyak milik negara, Pertamina, yang berdinas di Balikpapan kini telah disulap menjadi sebuah museum.

Di dalam rumah yang terletak di Jalan Dahor terpampang potret hitam putih yang tersusun rapi. Koleksi foto yang dipajang di dalam menggambarkan kondisi Balikpapan saat mulai berdiri ratusan tahun silam.

Kilang minyak tua hingga lokasi-lokasi yang sekarang telah berubah tergambar apik dalam bingkai foto-foto yang dipajang di dinding partisi. Nuansa vintage juga semakin kental karena barang-barang kuno turut dipajang.

Cerita sejarah Kota Balikpapan itu pun akan dibawa ke nasional. Pasalnya, rumah dinas karyawan Pertamina di Balikpapan yang kini difungsikan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Balikpapan mendapat kesempatan terlibat dalam pameran museum se-Indonesia yang ke-6.

Region Manager Communication and CSR Pertamina Kalimantan, Yudy Nugraha, mengatakan, dalam kegiatan tahunan yang dihelat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rumah Cagar Budaya (RCB) Dahor diundang sebagai perwakilan Balikpapan.

Undangan itu tidak terlepas dari peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan yang mengusulkan RCB Dahor sebagai perwakilan kota penghasil minyak bumi tersebut.

"Ini sebuah kebanggaan Pertamina karena dapat mengantarkan RCB Dahor ke even skala nasional. Harapannya, pusat sejarah Balikpapan ini dapat dikenal ke khalayak luas," ujar Yudy, melalui keterangan yang dirilis, Senin (16/4).

Ia menambahkan, pada pameran museum seluruh Indonesia itu, RCB Dahor akan membawa koleksi foto-foto koleksi yang ada. Menariknya, booth yang dibuat selama pameran pad 19-22 April itu akan dibuat seperti di RCB Dahor. Rumah replika itu pun akan dibuat semenarik mungkin.

"Paling tidak, pengunjung bisa kami ajak bernostalgia melihat Balikpapan masa lampau," tuturnya.

Pameran museum se-Indonesia ke-6 tersebut digelar dalam rangka ulang tahun ke-43 TMII. Adapun rangkaian acara mulai dari workshop, demonstrasi, talkshow, dan pertunjukan seni. Lokasi kegiatan akan dilaksanakan di Gedung Sasana Kriya, TMII.

Ketua Pengurus RCB Dahor, Didiek Anggrat, mengaku sangat bangga bisa memperkenalkan sejarah Balikpapan di kancah nasional.

"Dari ajang ini, paling tidak bisa menarik kunjungan RCB Dahor lebih banyak lagi. Bagi saya, sejarah ini patut dilestarikan. Bukan hal yang harus dikubur," katanya. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT