16 Tahun Adah Hidup di Atas Dipan


Penulis:  (BB/N-2) - 16 April 2018, 23:30 WIB
Ilustrasi--thinkstock
Ilustrasi--thinkstock

ADAH, remaja putri warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah 16 tahun menderita penyakit lumpuh layuh dan gizi buruk. Ia belum pernah dibawa berobat karena kemiskinan orangtuanya.
Penyakit itu diderita anak pasangan Apen Supendi, 35, dan Aisah, 34, saat berusia delapan bulan. Gejala awalnya, ia mengalami sakit panas disertai kejang-kejang.

Keterbatasan biaya membuat orangtua Adah tak bisa membawa anaknya berobat ke dokter atau rumah sakit. Saat usia Adah baru satu tahun, orangtuanya bercerai dan ia diurus sang ayah. Kini usia Adah sudah 17 tahun. Ia menghabiskan waktunya di atas kasur.
“Saya sudah enggak bisa ke mana-mana. Kalau dulu saat neneknya masih sehat, Adah bisa saya titipkan. Saya masih bisa bekerja. Sekarang neneknya juga sakit-sakitan. Jadi saya yang mengurus anak,” kata Apen, Senin (16/4).

Untuk memenuhi kebutuhan anaknya sehari-hari, Apen kerja serabutan. Itu pun tempatnya tak terlalu jauh karena ia memiliki tugas mengurus anak. (BB/N-2)

BERITA TERKAIT