Pahlawan Nasional Sumsel Dapat Penghargaan Muri


Penulis: Hesma - 16 April 2018, 19:50 WIB
Ist
Ist

PAHLAWAN nasional asal Sumatra Selatan, Mayjend TNI AK Gani (alm) mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai militer pertama yang menjabat Wakil Perdana Menteri RI.

Penganugerahan rekor Muri itu diterima putri mendiang, GI Priyanti Gani di Jakarta, Minggu (15/4). "Alhamdulilah. Kami keluarga besar Bapak sagat berterima kasih atas penganugerahan ini," kata Priyanti.

Menurut Yanti, panggilan GI Priyanti Gani yang kini mengelola Museum  AK Gani, ayahnya menjadi Wakil Perdana Menteri RI pada masa kabinet Amir Syarifudin. Masa jabatan AK Gani 11 November 1947 hingga 29 Januari 1948. Ia juga tercatat menjadi Menteri Kemakmuran Indonesia ke-3, pada 2 Oktober 1946 – 29 Januari 1948.

Atas anugerah tersebut, selain kepada Museum Muri, keluarga juga mengucapkan terimah kasih kepada Pemkot Palembang dan Gubernur Sumsel yang telah memberikan perhatian kepada Museum AK Gani selama ini.

Pendiri Muri Jaya Suprana mengaku sangat mengagumi sosok AK Gani. Ia, menurut Jaya, bukan hanya sosok militer yang pertama kali menjabat Wakil Perdana Meteri Negara RI, melainkan sosok budayawan dan bintang film.

Pada 1941, Gani pernah membintangi sebuah film yang berjudul Asmara Moerni berpasangan dengan Djoewairiah. Film itu disutradarai Rd Ariffien dan diproduksi oleh The Union Film Company.

Meskipun sebagian kalangan menganggap keterlibatan Gani dalam film telah menodai gerakan kemerdekaan, ia menganggap perlu untuk meningkatkan kualitas film lokal. Meski mendapat kritikan, film satu-satunya itu sukses secara komersial.

Setelah pendudukan Jepang di Indonesia pada 1942, Gani menolak untuk berkolaborasi. Oleh karena itu ia ditangkap pada September 1943 hingga Oktober tahun berikutnya.

Pada 9 November 2007 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan gelar Pahlawan Nasional Indonesia kepadanya. Gelar tersebut diterimanya bersama dengan Slamet Rijadi, Ida Anak Agung Gde Agung, dan Moestopo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 66/2007 TK.

Selain itu namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit di Palembang dan nama ruas jalan beberapa kota di Indonesia. (X-12)

BERITA TERKAIT