Trauma, Korban Aksi Penelanjangan Belum Mau Sekolah


Penulis: Gana Buana - 16 April 2018, 19:04 WIB
Ilustrasi--thinkstock
Ilustrasi--thinkstock

PROSES pemulihan psikologis korban aksi penelanjangan di Bekasi, tengah diupayakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi. AJ, 12, salah satu korban aksi main hakim warga tersebut kini dalam kondisi trauma dan belum bisa masuk sekolah.

Kepala Seksi Perlindungan Anak DPPPA Kota Bekasi, Mini mengaku tengah berkoordinasi dengan pihak sekolah AJ, di wilayah Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Senin (16/4). Koordinasi ini dilakukan agar kondisi mental korban sebagai seorang siswa kembali normal. Apalagi, sebentar lagi sekolah memasuki masa ujian.

“Terhitung sudah satu pekan korban AJ, mangkir dari sekolah, dia masih malu bertemu dengan teman-temannya,” ungkap Mini, Senin (16/4).

Dalam perbincangan dengan pihak sekolah, kata Mini, pihaknya dan KPAD Kota Bekasi meminta agar kepala sekolah memberikan pengertian pada seluruh siswa di sekolah agar tidak ada yang melakukan perundungan pada AJ. AJ mengaku alasan utamanya enggan ke sekolah ialah lantaran ia malu seluruh temannya menyebutnya pencuri.

Selain itu, kata Mini, pihak sekolah pun berjanji untuk melakukan pendampingan pada AJ sampai kondisi AJ normal seperti sedia kala. “Guru BK pun sore ini akan melakukan pendampingan ke rumah korban,” kata dia.

BERITA TERKAIT