Bantuan Rp2,2 M Dikucurkan untuk Gepeng Jeneponto


Penulis: Lina Herlina - 16 April 2018, 18:39 WIB
ANTARA
ANTARA

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan senilai Rp 2,2 miliar lebih bagi gelandangan dan pengemis (gepeng), sebagai langkah nyata mengatasi kemiskinan. Bantuan itu disalurkan melalui program Desaku Menanti yang berlokasi di Kampung Kesetiakawanan Sosial Baji Ati, Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

"Program ini hakekatnya untuk mengatasi kemiskinan dengan memberantas akar masalahnya. Pemerintah pusat dan daerah bersinergi memberdayakan gelandangan dan pengemis dengan mengembalikan mereka ke desa," kata Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto, di Jeneponto, Senin (14/4).

Pemilihan Jeneponto tidak lepas dari studi kelayakan yang sudah dilakukan berdasarkan kriteria tertentu. Selain itu juga, karena potensi daerah itu sendiri. "Dalam arti, dukungan dan komitmen dari internal pemerintah Kabupaten Jeneponto memang sangat terasa. Setelah kita pergi ke beberapa tempat ternyata Jeneponto memiliki komitmen luar biasa. Dukungan juga datang dari pemerintah provinsi,” kata Edi.

Dukungan pemerintah daerah penting, sebab program Desaku Menanti didesain sebagai program pengentaskan kemiskinan dengan sinergitas antar lembaga. "Jadi bagaimana mengatasi masalah gepeng, bukan di kota saja, melainkan mengembalikan mereka ke desa," lanjut Edi.

Setelah di desa, tentu harus ada persiapan kebutuhan dasar untuk mereka, seperti tempat hunian yang layak, perlu usaha ekonomi produktif. "Nah inilah yang kita siapkan di sini," kata Edi

Komitmen pemda dalam program ini di antaranya, menyediakan lahan, membantu mengawasi pelaksaaan program, kemudian juga penyediaan prasarana seperti listrik dan pendampingan.

Direktorat Rehabilitasi Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, Sonny W Manalu menyatakan proses pembangunan sudah dilakukan sejak Oktober 2017 di atas tanah seluas 2 hektare. "Kendala cuaca ekstrem membuat pembangunan sedikit terhambat. Sehingga baru bisa diresmikan sekarang," kata Sonny.

Lokasi di Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, merupakan paket yang kelima. Sebelumnya sudah dibangun di Pasuruan, Gunung Kidul, Kota Malang, dan Kota Padang.

Di Jeneponto, total bantuan yang disalurkan senilai Rp2,23 miliar, yang antara lain terdiri dari bantuan Bimbingan Sosial Keterampilan sebesar Rp50 juta untuk 50 KK, masing-masing sebesar Rp1 juta. Bantuan Bahan Baku Rumah (BBR) senilai Rp1,5 miliar untuk 50 KK masing-masing Rp30 juta. Kemudian, Bantuan Usaha Ekonomi Produktif senilai Rp50 juta kepada 50 KK, masing-masing Rp5 juta.

Program ini merupakan pola penanganan gelandangan dan pengemis yang melibatkan enam unsur sekaligus serta sebuah model program dengan pendekatan dan strategi mencabut persoalan yang di hadapi gelandangan dan pengemis dari akarnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT