Bekas Gudang Sarang Walet Rubuh Tewaskan 6 Remaja Murid Sanggar Tari


Penulis: Nurul Hidayah - 16 April 2018, 18:23 WIB
thinkstock
thinkstock

SEBANYAK tujuh orang tewas tertimpa reruntuhan bangunan eks gudang sarang burung walet di Kota Cirebon, Jawa Barat. Enam orang di antara korban tewas adalah remaja yang sedang berlatih menari.

Kejadian tersebut bermula saat sejumlah siswa yang berasal dari SMPN 1 Gegesik, Kabupaten Cirebon, tengah berlatih menari di Sanggar Seni Hidayat Jati di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (16/4).

Sekitar pukul 10.30 WIB, bangunan tua eks gudang sarang burung walet setinggi sekitar 10 meter ambruk. Reruntuhan gudang itu menimpa bangunan sanggar yang berada persis di samping gudang.

Akibatnya, tujuh orang meninggal dunia, yakni Andra, 13, Arid, 13, Fada, 13, Fardi, 14, Adzikri, 13, Suparti, 13, dan Suherman, 48. Suherman merupakan dalang dan yang memimpin latihan kesenian.

Selain korban tewas, seorang lainnya, Tri Intan Apriani, 13, harus menjalani perawataan karena luka berat. Sedangkan Fitri, 13, lecet dan sempat dirawat di Puskesmas Gegesik.

Kapolres Cirebon Kota AKB Risto Samodra menjelaskan, penyebab pasti ambruknya gudang tua tersebut saat ini masih dalam penyelidikan. "Secara kasat mata kita lihat memang bangunan itu sudah tua," ungkap Risto.

Saat ini di sekitar bangunan tersebut sudah dipasang garis polisi dan warga diminta untuk tidak mendekati bangunan yang rawan roboh tersebut. "Kita masih kumpulkan keterangan untuk penyelidikan lanjutan," ungkap Risto.

Risto mengungkapkan gudang itu adalah milik seorang warga setempat namun tidak tinggal di desa tersebut. "nanti kita masih gali keterangan lanjutan," ungkap Risto.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon Asdullah Anwar menjelaskan, Gegesik sudah dikenal sebagai kampung seni dan budaya di Kabupaten Cirebon. "Sehingga wajar saja jika pihak sekolah bekerja sama dengan sanggar seni yang ada untuk melatih anak didik mereka di sanggar tersebut," ungkap Asdullah.

Terlebih sanggar seni memiliki peralatan lebih lengkap dibandingkan sekolah. Siswa yang terkena musibah menurut Asdullah sudah mereka data. "Termasuk pemilik sanggarnya. Saya sendiri yang langsung datang," ungkap Asdullah.

Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon pun akan memberikan bantuan berupa santunan baik kepada siswa yang masih dalam perawatan maupun keluarga siswa yang sudah meninggal dunia. "Kami turut berduka cita atas kejadian ini," ungkap Asdullah.

Fitri, siswa yang selamat, mengaku tengah bermain gamelan saat kejadian. "Saya kaget saat ada bunyi besar sekali," ungkapnya.

Karena kebetulan berada di dekat pintu ia pun memilih segera berlari sehingga berhasil selamat dari kejadian tersebut. (A-1)
 

BERITA TERKAIT