Panglima: Kopassus Harus Berinovasi Hadapi Perkembangan Jaman


Penulis: Antara - 16 April 2018, 17:42 WIB
ANTARA FOTO/Anis Efizudin
ANTARA FOTO/Anis Efizudin

PANGLIMA TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menegaskan, prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) harus mampu berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi berbagai perkembangan jaman.

"Prajurit Kopassus harus menjadi pelopor dan berada di ujung terdepan dalam hal inovasi-inovasi terkait operasi khusus di tubuh TNI," kata Panglima TNI dalam sambutannya pada acara Syukuran HUT ke-66 Kopassus dengan tema 'Mewujudkan Prajurit Kopassus Yang Disiplin, Profesional dan Dicintai Rakyat Dengan Dilandasi Akhlak, Moralitas dan Integritas', di Gedung Balai Komando, Cijantung, Jakarta Timur, Senin.

Panglima TNI mengungkapkan bahwa 66 tahun yang lalu, Kopassus lahir dari sebuah tekad dan pemikiran seorang Slamet Riyadi pemuda berusia 23 tahun dengan analisa kritisnya telah mampu memikirkan arti penting dimilikinya suatu satuan kecil berkemampuan khusus.

"Saat ini, mungkin kita tidak terlalu menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Namun demikian, jika dikaitkan dengan konteks yang terjadi saat itu, maka pemikiran Slamet Riyadi pada hakekatnya merupakan lompatan inovatif di jamannya," ujarnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa Prajurit Kopassus harus mampu memadukan kekuatan mental dan fisik prajurit Komando dengan penerapan teknologi mutakhir.

Menurutnya, kekuatan mental dan fisik adalah kapital dasar yang standarnya harus senantiasa dipelihara, namun dengan tetap memiliki daya inovasi dan adaptasi.

"Dengan memelihara kemampuan mental dan fisik serta menerapkan teknologi maju secara tepat, maka kita telah memberikan peluang terbaik bagi anggota Pasukan Khusus untuk berhasil dalam melaksanakan berbagai misi," katanya.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) ini mengatakan, selama 66 tahun perjalanan pengabdian, Kopassus telah menorehkan catatan tinta emas dalam mengemban setiap misi yang dipercayakan oleh negara, diantaranya Penumpasan DI/TII, PRRI/Permesta, Operasi Dwikora, Operasi Trikora, Penumpasan G 30 S/PKI, Operasi Woyla, Operasi Mapenduma, Operasi Somalia, Operasi Tinombala, sampai pada Operasi Pembebasan Sandera di Banti Papua akhir tahun 2017 yang lalu.

"Keberhasilan pada berbagai kalagan tersebut mencerminkan kualitas perorangan maupun satuan Kopassus yang dilandasi nilai-nilai ksatria, militansi, loyalitas, dan tentunya profesionalisme," ucapnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, selama ini prajurit-prajurit Kopassus memiliki tiga hal yang menjadi prinsip dalam bertindak yaitu Berani, Benar dan Berhasil.

Berani karena memiliki jiwa Ksatria dan Militansi yang tinggi, Benar karena Loyalitas yang tegak lurus dalam rantai komando dan Berhasil karena selama 66 tahun Kopassus selalu menerapkan profesionalisme sebagai suatu nilai yang tidak ditawar-tawar lagi, baik dalam setiap kegiatan operasi maupun latihan, kata Hadi.

Mantan Irjen Kemhan ini berpesan agar prajurit-prajurit Kopassus tidak menjadi prajurit yang tinggi hati dan jauh dari rakyat dengan segala kecakapan dan semua prestasi yang telah diraih.

"Ingatlah, bahwa seluruh keberhasilan dan prestasi Kopassus tidak mungkin diraih tanpa dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia," ujarnya. (OL-5)

BERITA TERKAIT