Sistem Ganjil-Genap di Tol Jagorawi dan Tol Janger Belum Efektif


Penulis: Haufan Hasyim Salengke - 16 April 2018, 13:03 WIB
img
MI/Haufan

UJI coba sistem ganjil genap di jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Tol Jakarta-Tangerang (Janger) untuk kendaraan pribadi atau Golongan 1 mulai diberlakukan hari ini, Senin (16/4).

Kepala BPTJ Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) Bambang Prihartono mengaku belum semua masyarakat mengetahui penerapan kebijakan yang ditujukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kedua ruas jalan tol menuju Jakarta itu.

"Dari hasil uji coba hari pertama, ada sejumlah masyarakat yang belum mengetahui implementasi kebijakan tersebut," ujarnya saat ditemui di pintu Tol Cibubur 2, Senin (16/4).

Uji coba sistem ganjil genap untuk ruas Tol Jagorawi akan berlangsung selama dua pekan atau hingga akhir April. Tidak ada penegakan hukum selama masa uji coba, hanya sebatas imbauan diberikan kepada masyarakat yang belum mengikuti aturan plat nomor yang ditetapkan.

Berdasarkan pengalaman penerapan sistem serupa untuk ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Bambang mennilai waktu dua pekan untuk uji coba yang kemudian dirangkaikan dengan sosialisasi kepada masyarakat itu sudah pas.

"Tadi saya coba Tol Janger memang masih belum efektif karena masih terjadi kepadatan arus lalu lintas," aku Bambang.

Temuan-temuan masalah di lapangan semacam itu, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi sebelum kebijakan ini secara resmi diimplentasikan pada awal Mei. Hal itu akan dilakukan sambil menyusun payung hukumnya.

"Nanti tiap pekan kami evaluasi, apa masalahnya. Akan ada perbaikan-perbaikan untuk menerapkan kebijakan tersebut," kata Bambang.

Belum Tercapai
Kebijakan ini, kata dia, bukan hanya untuk memecah beban di jalan tol menuju Jakarta, tapi juga supaya masyarakat berpindah ke angkutan massal. Akan tetapi tujuan untuk mendorong peralihan kendaraan pribadi ke umum itu belum menunjukan tanda-tanda keberhasilan.

"Tapi hasil survei agar berbeda. Ketika masyarakat ditanya, seandainya paket kebijakan ini dilaksanakan Anda akan, (1) pindah ke angkutan massal, (2) berangkat lebih pagi atau lebih siang, (3) menggunakan jalan alternatif lain. Sebagian besar atau hampir 50% responden menjawab mereka akan berangkat lebih pagi," jelasnya.

"Terbukti, di pukul 05.00 WIB tadi volume kendaraan meningkat. Itu bagus, kenapa? Karena berbagi beban, kan," imbuh Bambang.

Ia melihat perubahan pergerakan lalu lintas pengendara mobil pribadi di jalan tol menuju Jakarta yang berangkat lebih awal di pagi hari positif. Pasalnya terjadi pembagian beban di jalan tol yakni masyarakat tidak beraktivitas di jalan tol serempak di pukul 06.00-09.00 sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan di jalan tol arah Jakarta.

"Akhirnya pada numpuk, macet di mana-mana," kata dia.

Sistem ganjil genap di Tol Jagorawi diterapkan untuk mobil pribadi atau Golongan 1. Adapun mobil berplat nomor dengan kode huruf paling belakang RFS dikategorikan sebagai kendaraan dinas sehingga tidak dikenakan aturan tersebut. (OL-7)

BERITA TERKAIT