Kebijakan Ganjil-Genap untuk Capai Kecepatan Minimum Jalan Tol 60 Km Per Jam


Penulis: Haufan Hasyim Salengke - 16 April 2018, 12:07 WIB
img
MI/Haufan

PEMERINTAH melalui Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) mulai melakukan uji coba sistem ganjil genap di jalan Tol Jagorawi dan Janger (Jakarta-Tangerang) untuk kendaraan pribadi atau Golongan 1, Senin (16/4).

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan penerapan sistem ganjil genap tersebut ditujukan untuk mengurangi dan membagi beban di ruas jalan tol yang menuju ke Jakarta. Diharapkan masyarakat beralih ke moda transportasi umum massal.

Berkaca pada keberhasilan penerapan sistem ganjil-genap di Tol Japek (Jakarta-Cikampek), Bambang mengatakan kecepatan kendaraan bisa meningkat 40% atau dari 20-30 km per jam (KPJ) menjadi 40-50 KPJ.

"Dan target kita sesuai dengan fungsi jalan tol bahwa persyaratan kecepatan minimum di jalan tol 60 km per jam bisa tercapai," ujar Bambang saat melakukan peninjauan di Pintu Tol Cibubur 2, Senin (16/4).

Hasil evaluasi penerapan ganjil genap, kata dia, menunjukkan jumlah kendaraan yang melintas di gerbang tol menurun 50%, dari sekitar 6 ribu kendaraan pribadi atau Golongan 1 menjadi 3 ribu.

Dia mengatakan volume kendaraan yang besar menyebabkan arus lalu lintas menjadi tersendat, terutama di jam-jam padat pukul 06.00-09.00 WIB. Dengan sistem ganjil-genap diharapkan beban jalan tol arah Jakarta menjadi terbagi.

"Terbukti, di pukul 05.00 WIB tadi volume kendaraan meningkat. Itu bagus. Kenapa? Karena berbagi beban, kan," tandasnya.

Berkaca pada hasil evaluasi di Japek menunjukkan penggunaan angkutan umum lebih efisien.

"Misalnya, jika menggunakan mobil pribadi menghabiskan Rp80 ribu per hari, sementara dengan angkutan umum bisa setengahnya Rp40 ribu," kata Bambang. (OL-3)

BERITA TERKAIT