Inapgoc tidak lagi Menunggu Godot


Penulis: Budi Ernanto - 16 April 2018, 08:15 WIB
img
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

POLEMIK pemilihan arena menembak pada multiajang Asian Para Games 2018  diharapkan bakal segera usai. Hal tersebut diungkapkan Ketua panitia penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc) Raja Sapta Oktohari.

Keyakinan Okto tersebut didasari karena Wakil Presiden Jusuf Kalla punya solusi untuk memecahkan persoalan itu. Itu sebabnya, pihaknya tidak lagi menunggu sesuatu yang tidak pasti. Sebelumnya, diberitakan bahwa cabang olahraga menembak belum memiliki kepastian soal arena pertandingan. Rencana awalnya ialah di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta.

Masalahnya ialah di arena itu harus ada beberapa renovasi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pun menyarankan agar menggunakan fasilitas di Palembang, Sumatra Selatan. Namun, Okto menyatakan tidak mungkin untuk memindahkan lokasi ke Palembang karena pelaksanaan Asian Para Games, berdasarkan ­instruksi presiden, hanya boleh digelar di Jakarta.

“Kami sudah lapor semua ke Wapres tentang tantangan di Asian Para Games. semua direspons baik oleh Wapres. Tidak hanya menembak, cabang balap sepeda boleh di luar Jakarta dengan menggunakan rekomendasi atau no-tulensi rapat yang akan dibuat oleh Wapres,” kata Okto. Menurut Okto, jika harus menggunakan arena menembak di Palembang, tantangannya akan lebih berat lagi karena menyangkut anggaran. Belum lagi soal akomodasi dan transportasinya.

“Kami masih berharap ada  renovasi di lapangan tembak di Jakarta. Lagi pula renovasi tidak terlalu besar. Kalau harus pindah, kami pikir yang di dekat Jakarta saja, di Cilodong, Jawa Barat.”

Berlatih di Bulgaria
Pada bagian lain, tim gulat pelatnas akan Bulgaria pada 21 April dalam rangka persiapan mengikuti Asian Games 2018. Mereka akan menjalani pelatihan lanjutan dan serangkaian try out selama kurang lebih tiga bulan. Menurut pelatih gulat Bu-yamin Achmad, ada 18 pegulat yang akan ikut ke Bulgaria dan terdiri dari 12 pegulat putra dan enam pegulat putri. Nama-nama atlet dipastikan sudah tetap dan tidak akan diubah. Mereka di Bulgaria akan didampingi juga oleh Buyamin dan tiga pelatih lain.  “Pemilihan Bulgaria karena di negara tersebut ada banyak juara. Fasilitas latihan bagus dan ada atlet-atlet dari negara lain yang berlatih seperti dari Prancis, Italia, Hongaria, dan Rumania,” kata Buyamin.

Setelah satu bulan di Bulgaria, rencananya seluruh atlet akan mengikuti turnamen terbuka di Italia selama sepekan. “Memang Mei adalah masa prakompetisi. Jadi di situ puncaknya, harus diuji di pertandingan.” Sekarang ini, Buyamin menilai performa seluruh anak asuhnya baru 85%. Karena itu, fokus latihan sebelum berangkat ke Bulgaria hingga di negara tersebut ialah pe-nguatan fisik. Di Bulgaria nanti juga para atlet akan dipompa semangatnya.

“Menurut kami, soal teknik, semua negara sama. Apa yang menentukan di cabang olahraga gulat ialah fisik dan mental. Lawan berat nanti di Asian Games tentu dari negara pecahan Uni Soviet. Stamina mereka bagus karena latihan berkesinambungan.”
Saat ditanya mengenai target, Buyamin enggan menjawabnya.  “Apa perlu kami publikasikan soal target? Itu nanti dapat memengaruhi atlet, mereka bisa mengira kami pilih kasih ketika melatih karena hanya fokus ke yang berpeluang mendapat medali,” pungkas Buyamin. (Beo/R-2)

BERITA TERKAIT