Ingin Menulis Cerita? Jangan Lupa Meriset Ya!


Penulis: Fathurrozak Jek/M-1 - 15 April 2018, 05:10 WIB
MI/Seno
MI/Seno

VICTORIA baru saja pindah ke Indonesia, dan belum lama tinggal di Jakarta. Namun, dia sedang khawatir nih jika harus pindah ke Prancis. Wah, kenapa ya?

Kisah galau Victoria berawal dari kompetisi desain yang berhadiah beasiswa sekolah mode di Paris, Prancis, yang diikutinya. Ya, karena dia dan keluarganya belum lama pindah dari Ohio, Amerika Serikat, dan menetap di Indonesia. Victoria merasa belum siap jika harus berpisah dengan Indonesia dan jajanannya yang enak-enak, martabak, siomay, dan kue putu.

Namun, kompetisi desain itu adalah kesempatannya menguji keterampilan mendesain, hobi yang dicintainya. Wah, apa ya keputusan yang akan diambil Victoria?

Ulos yang menginspirasi

Keruwetan yang dihadapi Victoria itu yang dipaparkan Mulan Teresa Tio Siringoringo, siswi kelas 6 Mentari Intercultural School Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, dalam tulisannya yang berbahasa Inggris.

Tulisan fiksi pertama Mulan berudul The Inspiring Ulos ini bahkan menang kompetisi lo!

"Aku suka sekali menulis. Setiap kali guru menugaskan menulis esai, aku merasa senang dan semangat, sering kali sampai berlembar-lembar dan minta tambahan kertas lagi," kata Mulan sembari tertawa.

Ia melanjutkan, "Namun bakatku ini baru dimulai pada awal kelas lima, ketika mulai benar-benar menikmati dan menghabiskan hampir semua waktu luang untuk membaca buku-buku fantasi, seperti Harry Potter karya JK Rowling, Dilan yang ditulis Pidi Baiq, serta The School for Good and Evil karya Soman Chainani, dan banyak lagi. Buku-buku itu menginspirasi aku menulis."

Dua jam, satu cerita

The Inspiring Ulos karya Mulan ini menjadi juara ketiga dalam kompetisi yang diadakan penerbit buku anak, Kid Publish, awal tahun lalu. Saat mengikuti lomba, mereka diharuskan menulis langsung di lokasi perlombaan di Sekolah Bunda Mulia di Jakarta Utara, selama dua jam. Cepat banget, ya!

Wulan mengikuti lomba pada kategori Indonesian Culture, untuk siswa kelas 3-6. "Aku merasa lebih percaya diri kalau bahasa Inggris."

Keikusertaan Mulan mengikuti lomba menulis hingga mewakili sekolahnya itu berawal dari temuan pengajar guru bahasa Inggrisnya, Ibu Elaine yang juga guru favorit Mulan. Mulan yang tak mengikuti kelompok penulis di sekolahnya sempat kaget saat ditunjuk.

Rupanya, hasil kerjanya pada tugas-tugas menulis esai dinilai baik oleh gurunya! Tentu saja, kuncinya adalah hobi Mulan membaca, khususnya cerita berbahasa Inggris.

Disusun jadi buku

Wulan dan peserta yang lolos ke-20 besar diminta merevisi beberapa jalan ceritanya. Mulan pun dibantu mamanya dalam proses kreatif itu. "Saya sama ayahnya memberikan bimbingan saat Mulan meriset ide ceritanya. Selain itu, ia juga beberapa kali melakukan latihan, saya nilai, sebelum akhirnya ikut perlombaan," cerita Mama Hafta yang memberi dukungan penuh untuk Mulan.

Ide dari liburan

Lalu, mengapa Mulan memilih kisah tentang ulos? Kain tradisional suku Batak ini biasanya digunakan saat perayaan adat, seperti pernikahan dan kematian.

"Proses menulis buku ini membutuhkan banyak riset, karena pengetahuanku sangat sedikit tentang ulos. Maka, aku mencari tahu fakta melalu media online tentang asal-usul, cara pembuatan, daerah penghasil, jenis, nama, kegunaan setiap jenis, motif serta, warna ulos. Fakta itu sangat membantu mendukung ide cerita awal Victoria sebagai fashion desainer muda."

Inspirasi ulos itu datang pada Mulan, dari koleksi pribadinya yang berwarna biru. Sementara itu, latar cerita, ia ambil di Pulau Samosir, Sumatra Utara, tanah asal ulos, yang semoat ia kunjungi saat liburan.

Nah, Mulan juga sudah mulai berpikir mengenai buku keduanya nih Sobat Medi. Ceritanya akan melanjutkan perjalanan Victoria yang menekuni bidang perancang busana. Namun, karena Mulan akan ikut ujian nasional, jadi ia harus fokus dulu nih belajar. Tunggu ya bukunya! (M-1)

CARI TAHU YUK!

Judul: Meriset itu Penting

Kamu juga ingin menulis cerita seperti Mulan? Yuk, asah kemampuan kreatif menulis kamu, ada beberapa saran nih dari Mulan.

- Jangan malas riset

Kalau kamu ingin menulis cerita, tentu riset saat ini menjadi modal utama ya. Semakin banyak meriset, pasti akan semakin bagus ceritanya, tinggal kamu rangkai dengan daya imajinasi kamu ya, Sobat Medi.

- Tekad keras

Nah, selain enggak malas untuk meriset, Sobat Medi juga harus memiliki tekad yang keras. Kalau kita menginginkan sesuatu, harus berkeinginan kuat untuk bisa meraihnya karena dipastikan akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi, misalnya rasa bosan, malas, dan kesal saat dikritik.

BERITA TERKAIT