Debat Calon Gubernur NTT Putaran Kedua Tetap di Jakarta


Penulis: Palce Amalo - 14 April 2018, 12:15 WIB
img
Ilustrasi

BANYAK kalangan menginginkan lokasi debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dipindahkan dari lokasi semula diJakarta ke Kupang, namun permintaan itu tidak bisa dikabulkan Komisi Pemilihan Umum. Di antaranya disampaikan Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno.

Anwar mengatakan jika kegiatan debat digelar di Kupang, banyak warga berbondong-bondong datang ke sana untuk menonton.

"Jika masih bisa direview agar debatnya dilakukan di Kupang, pasti akan ada penambahan anggaran," katanya kepada wartawan, Sabtu (14/4).

Ketua KPU NTT, Maryanti Adoe, mengatakan, penetapan debat calon gubernur di Jakarta sesuai mekanisme lelang. Lelang terbuka debat calon gubernur NTT dimenangkan salah satu stasiun televisi nasional dengan anggaran Rp1,5 miliar untuk tiga kali debat yakni pada 5 April, 8 Mei, dan 23 Juni. Dana sebesar itu merupakan pagu anggaran debat calon gubernur NTT.

Sebaliknya jika debat digelar di Kupang, dibutuhkan anggaran sebesar Rp1,8 miliar untuk sekali debat. Dengan demikian, lokasi debat calon gubernur putaran kedua dan ketiga juga digelar di Jakarta seperti debat putaran pertama.

Menurut Maryanti, tim kampanye empat pasangan calon gubernur NTT juga tidak mempersoalkan lokasi debat.

 "Tim kampanye pasangan calon gubernur sepakat debat putaran kedua dan ketiga tetap digelar digelar di Jakarta," kata Maryanti.

Empat pasangan calon gubernur yakni nomor urut 1 pasangan Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris), pasangan nomor urut 2 Marianus Sae-Emilia Nomleni (MS-Emi), pasangan nomor urut 3 Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni) dan pasangan nomor urut 4Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi (Victory-Joss).

Tema debat sebelumnya tentang pembangunan ekonomi dan infrastruktur, sedangkan tema debat kedua mengenai penataan birokrasi dan pemberantasan korupsi, dan tema debat terakhir pembangunan kesehatan dan pendidikan. (OL-1)

BERITA TERKAIT