Bijak Mengonsumsi Gula


Penulis: Mut/S-1 - 11 April 2018, 08:00 WIB
img
THINKSTOCK

KEBANYAKAN orang tidak menyadari makanan dan minuman yang sering dijumpai, atau bahkan dikonsumsi mengandung kadar gula tinggi. Sebut saja salah satunya soft drink. Kendati menyegarkan, faktanya aneka minuman ringan yang umumnya bersoda itu kaya akan gula.

Hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata orang Indonesia mengonsumsi gula 200 gram per hari. Padahal, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization
(WHO) merekomendasikan konsumsi gula sebaiknya hanya 5% atau kurang lebih 25 gram setara enam sendok teh perhari.

Menurut dr Jessica Florencia seperti dikutip dari klikdokter.com, keinginan untuk terus-menerus mengonsumsi gula terkait dengan kombinasi antara rasa subjektif nyaman dan bahagia, sebab rasa manis dan kebutuhan energi dapat dengan cepat dan mudah terpenuhi dari kalori gula. “Efek positif itulah yang membuat keinginan untuk mengonsumsi makanan manis meningkat sehingga banyak orang akan merasa sangat kesulitan ketika harus mengurangi asupan gula,” ujarnya mengutip klikdokter.com.

Alih-alih menyehatkan karena bisa menambah tenaga, konsumsi gula berlebih justru menunjang proses penuaan. Pasalnya, gula berinteraksi dengan protein di dalam tubuh menciptakan zat yang disebut sebagai advanced glycation end-products atau AGEs serta dapat menyebabkan kulit tampak keriput dan struktur sel menjadi keras.

Tidak sekadar menjadikan kulit keriput, penuaan dini pada sel-sel tubuh juga bisa berisiko menimbulkan penyakit degeneratif, seperti diabetes, kolesterol, stroke, jantung, alzheimer, radang sendi, penyakit ginjal, dan lain-lain.

Di samping itu, dampak konsumsi gula berlebih yang paling kentara ialah sering merasa lupa (pikun), perut buncit, mudah lapar, kulit kering, keriput, gigi berlubang, lemas, dan juga pegal-pegal. “Melihat fakta-fakta tersebut, sebaiknya mulai mengubah pola konsumsi gula. Bukan berarti harus 100% m njauhi gula tapi batasi jumlahnya,” ucap Kartika Tarigan seperti dilansir klikdokter.com.

Pemanis Alternative Penganti Gula Dewasa ini, di pasaran banyak muncul produk pemanis rendah kalori sebagai solusi pengganti gula. Salah satunya Nulife Sweetener, mengandung sukralosa, yang merupakan gula rendah kalori yang terbukti tidak meningkatkan kadar gula dalam darah, tingkat kemanisan satu sachet Nulife Sweetener setara dengan dua sendok teh gula pasir.

Selain itu, manisnya pun stabil meski pada suhu tinggi, sehingga cocok dikonsumsi untuk minuman panas maupun dingin dan cocok untuk memasak. Dalam rangka mengajak masyarakat untuk dapat hidup lebih sehat bebas gula dengan konsumsi gula rendah kalori, PT Kalbe Farma mengkampanyekan Start Your New Life with Nulife.

BERITA TERKAIT