Terapi Sedini Mungkin Kunci Sembuhkan Autisme


Penulis: Dhika Kusuma Winata - 08 April 2018, 15:41 WIB
thinkstock
thinkstock

PSIKIATER Kresno Mulyadi berpendapat masih banyak orangtua yang menganggap anak dengan autisme tidak bisa disembuhkan. Padahal, terapi perilaku secara intensif dan penerapan pola diet sedini mungkin bisa menyembuhkan anak dari autisme.

"Secara kelimuan autisme bukan kecacatan. Itu sesuatu yang bisa diubah. Kuncinya, terapi dilakukan sedini mungkin," katanya dalam diskusi Hari Kepedulian Autisme Sedunia yang digelar di Jakarta, Minggu (8/4).

Menurutnya, paradigma bahwa autisme bisa disembuhkan perlu terus digencarkan. Orangtua perlu menyadari pentingnya terapi sedini mungkin.

"Pada anak di bawah usia tiga tahun, terapi rata-rata hanya membutuhkan waktu tiga hingga empat tahun," ujarnya.

Dia menjelaskan ada dua langkah yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan autisme.

Pertama ialah penerapan pola makan anak yang bebas kasein (susu), gluten (terigu), dan gula. Pasalnya, makanan yang mengandung zat-zat tersebut bisa memperberat gejala autisme.

"Penerapan diet bisa membantu menenangkan anak. Sekarang sudah ada produk-produk organ yang berbentuk makanan jadi bebas kasein, gluten, dan gula."

Di samping diet, terapi perilaku menjadi kunci menyembuhkan autisme pada anak. Terapi itu bisa dijalankan dengan metode pembelajaran kata dan kalimat pada anak. Terapi harus dijalankan setiap hari selama enam jam.

"Terapi perilaku memberikan rangsangan dan stimuliasi dengan metode kata kalimat. Ajarkan penuh kesabaran sehingga anak bisa mengembangkan bahasa reseptif dan bahasa emosi," imbuhnya.

"Kata kuncinya terapi harus sedini mungkin, intensif, dan optimal. Enam jam per hari bisa dilakukan dua jam pagi, dua jam siang, dan dua jam malam." (OL-3)

BERITA TERKAIT