Siapa Optimis Siapa Pesimis


Penulis: Dony Tjiptonugroho Redaktur Bahasa Media Indonesia - 07 April 2018, 23:25 WIB
img
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

PIDATO Prabowo Subianto yang menyebutkan Indonesia bubar pada 2030 menghangat pada Maret 2018, menuai beragam reaksi. Dalam tulisan ini saya merespons reaksi yang memunculkan kata tertentu, yang dapat disimak dari kutipan-kutipan judul berita berikut ini.

'Sindir Pidato Prabowo, Idrus Marham Sebut Pemimpin Harusnya Optimis bukan Pesimis' (Kompas.com), 'Indonesia Bubar 2030, Azyumardi: Pesimis Berlebihan' (Republika.co.id), dan 'Yasonna di Depan Napi: Indonesia Bubar 2030 Itu Pesimis' (Kumparan.com).

Perkiraan Anda jitu jika menandai bahwa pokok soal ialah kata optimis dan pesimis. Saya awalnya berpikir soal yang terkait dengan kata optimis dan pesimis ialah problem basi karena sudah lama saya baca dan dengar pembahasannya dalam artikel-artikel dan acara-acara kebahasaan. Namun, saya tulis juga kali ini perihal optimis dan pesimis dengan harapan hal ini bisa meluruskan kembali pemahaman yang meleset.

Kata optimis dan pesimis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia digolongkan sebagai nomina. Kata optimis bermakna 'orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal'. Makna pesimis ialah 'orang yang bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah, rugi, celaka, dsb); orang yang mudah putus (tipis) harapan'. Dengan mengacu pemerian dalam kamus itu, tepatkah penggunaan kata optimis dan pesimis dalam judul-judul tersebut?

Judul pertama masih abu-abu, yakni benar merujuk optimis dan pesimis yang dimaksud ialah orang, tetapi bisa juga menunjukkan kekeliruan penggunaan optimis dan pesimis. Judul kedua dan ketiga, menurut saya, jelas mengandung kekeliruan penggunaan optimis dan pesimis.

Dengan merujuk lagi ke kamus yang sama, saya dapatkan optimisme, optimistis, pesimisme, dan pesimistis. Optimisme ialah nomina bermakna 'paham (keyakinan) atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan; sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal'. Optimistis ialah kata sifat 'bersifat optimis; penuh harapan (tentang sikap)'. Pesimisme ialah nomina bermakna 'paham yang beranggapan atau memandang segala sesuatu dari sudut buruknya saja'. Pesimistis ialah kata sifat 'bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik atau mudah putus harapan; bersikap tidak mengandung harapan baik; (sikap) ragu akan kemampuan atau keberhasilan suatu usaha'.

Dengan deretan kata ini, optimisme, optimistis, pesimisme, dan pesimistis, judul-judul tersebut bisa diperbaiki agar makna yang didapat pembaca selaras dengan maksud yang diembankan penulis berita pada judul dan isi berita.

Jika yang dimaksud ialah keyakinan, pilihan kata yang tersedia ialah optimisme dan pesimisme. Jika yang dimaksud ialah sifat seperti berani atau malu, kata optimistis dan pesimistis-lah yang harus dipilih. Berani memilihkan?

Saya optimistis bahwa 'Indonesia bubar 2030' itu pesimisme. Betul, tidak?

BERITA TERKAIT