Mereka Kompak Melanggar Kampanye


Penulis: MI - 05 April 2018, 08:48 WIB
MI/Liliek Dharmawan
MI/Liliek Dharmawan

POSISI pasangan Mardjoko-Ifan Haryanto dan Achmad Husein-Sadewo Tri Lastiono pada kontestansi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, masih sama kuat. “Mereka sama-sama melakukan pelanggaran selama masa kampanye,” tutur Ketua Panitia Pengawas Pemilu Banyumas, Yon Daryono, kemarin (Rabu, 4/4/2018).

Mardjoko-Ifan Haryanto melakukan pelanggaran alat peraga kampanye, sedangkan Husein-Sadewo melanggar dalam kegiatan kampanye. “Dari hasil rekapitulasi yang kami lakukan, Husein-Sadewo melakukan 11 kali pelanggaran kegiatan kampanye. Mardjoko-Ifan mencatat tiga kasus APK,” tambah Yon.

Hanya saja, jelasnya, pelanggaran yang dilakukan kedua pasangan tidak sampai masuk ranah pidana. Pengusutan hanya sampai pada Sentra Gakkumdu karena bukan merupakan pelanggaran pidana pemilu.

Dengan masih banyaknya pelanggaran tersebut, Panwaslu Banyumas mengimbau pasangan calon, tim sukses, serta pendukung untuk menghindari pelanggaran. “Kami minta mereka membaca aturan yang ada sehingga pelanggaran dapat dihindari. Sukses pelaksanaan pilkada bukanlah banyaknya pelanggaran yang tertangani, melainkan justru makin sedikit pelanggaran,” tandas Yon.

Perang lewat media sosial dengan kampanye negatif juga dilaporkan menghangat di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Pasangan yang mulai banyak diserang ialah petahana Bupati Nikson Nababan yang berpasangan dengan Sarlandy Hutabarat.

“Berbagai komentar lewat media sosial didasari rasa kebencian karena ada kepentingan. Mereka juga menyebar antipati karena keinginan pribadi yang tidak terpenuhi,” kata Nikson.

Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh berbagai tu­dingan dan tuduhan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Di Tapanuli Utara, Nikson-Sarlandy tampil bersama pasangan Chrismanto Lumbantobing-Hotman P Hutasoit dan Jonius Taripar Hutabarat-Frengky Pardamean Simanjuntak. (LD/JH/N-2)

BERITA TERKAIT