Penggantian Kontestan, KPU Ingatkan Kerugian Anggaran 


Penulis:  Richaldo Y Hariandja - 02 April 2018, 19:25 WIB
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

ADA kerugian anggaran jika calon kontestasi yang bermasalah hukum diganti. 

Opsi penggantian pada saat penetapan sudah dilakukan akan membuat Alat Peraga Kampanye (APK) menjadi mubazir.

"Tentu KPU punya kerumitan soal teknis soal anggaran. Karena kan sekarang sudah dicetak semua alat peraga kampanye, bahan kampanye. Kalau boleh diganti maka KPU harus mengganti semuanya," ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/4).

Hal itu, menurut dia, akan membuat negara rugi besar. Opsi untuk mendiskualifikasi juga menurutnya memiliki efek negatif.

Dirinya mengkhawatirkan adanya settingan terhadap seorang calon untuk dijadikan tersangka, sehingga didiskualifikasi dalam kontestasi Pemilu maupun pilkada. 

"Jangan-jangan nanti sudah diajukan kalau ini kok enggak cocok, enggak naik angkanya, tiba-tiba didesain untuk tersangka lalu diskualifikasi," imbuh Arief.

KPU mengaku mendapatkan usulan opsi tersebut, terkait dengan kondisi terkini menyangkut calon kepala daerah yang menjadi tersangka kasus korupsi. Menurutnya, setiap opsi dan masukan tersebut yang diusulkan untuk diakomodir dalam Peraturan KPU (PKPU) memiliki sisi negatif dan positif.

Meskipun demikian, dirinya menyadari mempertahankan peserta kontestasi yang bermasalah akan merugikan masyarakat. "Yang rugi bisa juga pemilih karana disediakan calon tidak bersih," imbuh dia.

Menurutnya, tiap opsi akan dibicarakan dan terbuka untuk diakomodir dalam PKPU terkait pencalonan pemilu dan pileg. (OL-2)

BERITA TERKAIT