Menikmati Kabuki di Negeri Asalnya


Penulis: Basuki Eka Purnama - 01 April 2018, 12:00 WIB
img
AFP

KATA Kabuki sejajar dengan oden, sushi, sumo, dan godzilla, identik dengan Jepang. Karenanya, saat membuat rencana perjalanan ke Jepang, saya memastikan untuk memasukkan menonton Kabuki sebagai salah satu agenda wajib.

Di Tokyo, jika ingin menonton pertunjukkan Kabuki, Anda bisa pergi ke Kabukiza di kawasan Ginza. Lokasi bangunan ini sangat strategis. Menumpang kereta bawah tanah Hibiya Line atau Asakusa Line, Anda bisa turun di Stasiun Higashi Ginza. Stasiun itu memiliki akses langsung ke Kabukiza.

Aslinya, teater ini berupa bangunan kayu yang dibangun pada 1889. Bangunan itu rata dengan tanah akibat kebakaran pada 30 Oktober 1921. Rekonstruksi dilakukan pada 1922, menggunakan material 'barat', tapi menampilkan gaya arsitektur Jepang. Proses rekonstruksi selesai pada 1924.

Kabukiza kembali hancur terkena bom pasukan sekutu pada Perang Dunia II sebelum direstorasi pada 1950 dengan mempertahankan gaya bangunan hasil rekonstruksi 1924.

Bangunan hasil restorasi 1950 itu dihancurkan pada 2010 dan dibangun kembali dalam tempo tiga tahun. Alasan rekonstruksi itu ialah khawatir Kabukiza tidak tahan gempa.

Pilihan tarif dan waktu

Menonton Kabuki tidaklah murah. Untuk pertunjukan prime time di sore hari, Anda harus mengeluarkan uang sekitar 20 ribu yen (sekitar Rp2,6 juta). Pertunjukan itu pun memakan waktu beberapa jam.

Namun, Kabukiza memiliki solusi bagi Anda yang harus berhemat uang dan waktu serta sekadar ingin tahu mengenai pertunjukan Kabuki. Namanya Hitomaku-mi Single Act Tickets. Saat saya berada di sana, tiket Hitomaku-mi ini dijual seharga antara 800 yen (sekitar Rp104 ribu) hingga 2.000 yen (sekitar Rp260 ribu).

Dengan tiket Hitomaku-mi ini, Anda dapat menikmati satu babak pertunjukan Kabuki yang berlangsung antara 30 menit hingga 1,5 jam.

Untuk mengetahui jadwal pertunjukan Kabuki, Anda bisa melihat jadwalnya secara daring di laman resmi Kabuki. Di laman itu, Anda juga bisa membeli tiket pertunjukan Kabuki penuh. Namun, untuk membeli tiket Hitomaku-mi, Anda harus datang langsung ke Kabukiza.

Tiket Hitomaku-mi ini tersedia sebanyak 90 tiket duduk dan 60 tiket berdiri yang bisa Anda peroleh berdasarkan urutan kedatangan. Jadi, semakin pagi Anda datang semakin mungkin Anda mendapatkan tempat yang nyaman dan tidak harus berdiri.

Pemegang tiket Hitomaku-mi akan masuk ke teater Kabukiza melalui jalur yang berbeda dengan pemegang tiket reguler. Anda akan masuk dari pintu yang berada di sisi kanan bangunan yang akan mengantar Anda ke lantai 4, tempat Anda akan menonton pertunjukan Kabuki.

Peranti penerjemah

Bagi Anda yang tidak mengerti bahasa Jepang, Anda bisa menyewa alat yang akan memberikan subtitle berbahasa Inggris selama pertunjukan. Alat berbentuk seperti televisi kecil itu akan memberikan keterangan mengenai alur cerita, pernyataan narator, dan dialog para pemain. Jadi, Anda akan bisa mengikuti kisah yang ditampilkan dengan mudah.

Alat subtitle itu bisa Anda sewa seharga 500 yen (sekitar Rp65 ribu) dengan deposit sebesar 1.000 yen (sekitar Rp130 ribu). Deposit itu akan dikembalikan saat Anda mengembalikan alat itu.

Kemarin, saya menonton pertunjukan paling pagi yang berjudul Kokusen'ya Kassen. Tiket untuk pertunjukan yang berdurasi 1 jam dan 36 menit itu dijual seharga 1.600 yen (sekitar Rp207 ribu).

Fragmen karya Chikamatsu Monzaemon itu aslinya ditulis untuk teater boneka Jepang atau Bunraku. Fragmen ini diambil dari kisah nyata tentang kesatria asal Jepang yang bertolak ke Tiongkok untuk mengembalikan kejayaan Dinasti Ming.

Ruang pamer dan suvenir

Setelah menonton Kabuki, Anda bisa bergerak ke Kabukiza Gallery. Kabukiza Gallery berada di lantai 5 gedung Kabukiza dan menampilkan berbagai hal terkait dengan Kabuki.

Untuk masuk ke Kabukiza Gallery, Anda harus membeli tiket seharga 600 yen (sekitar Rp78 ribu). Namun, jika Anda memiliki tiket Kabuki, Anda akan mendapatkan diskon 100 yen (sekitar Rp13 ribu).

Di Kabukiza Gallery, Anda akan bisa melihat berbagai kostum yang digunakan di pertunjukan Kabuki, termasuk kostum-kostum binatang mulai babi hingga kuda.

Selain itu, Anda bisa melihat berbagai alat yang digunakan untuk membuat efek suara saat pertunjukan Kabuki. Contohnya puluhan kacang merah yang diletakkan di dalam keranjang yang kemudian digerakkan untuk membuat suara ombak serta biji-bijian yang diikat ke kipas untuk membuat suara hujan.

Anda bisa memegang, mencoba, serta berfoto dengan berbagai benda yang ada di Kabukiza Gallery itu.

Setelah puas melihat-lihat di Kabukiza Gallery, Anda bisa bergerak ke lantai basement Kabukiza, Kobikicho Square. Di situ terdapat banyak toko yang menjual berbagai suvenir Kabuki.

Suvenir yang bisa Anda dapatkan di Kobikicho Square mulai gantungan kunci, magnet kulkas, kue, dan berbagai makanan ringan lainnya, kartu pos, hingga facemask. Bagaimana, Anda tertarik berkunjung ke Kabukiza?

BERITA TERKAIT