Bayar makin Mudah dengan Gawai


Penulis: Thalatie K Yani - 31 March 2018, 00:00 WIB
img
Ist

SEKARANG bepergian tidak perlu membawa banyak uang atau kartu. Cukup dengan ponsel, transaksi hampir di semua tempat bisa dilakukan. Baik itu yang berupa platform ataupun aplikasi, bisa disesuaikan dengan selera dari pengguna.

Ditambah lagi, Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) pada 2014 mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan survei perseptif publik yang dilakukan Provetic, lembaga survei digital mengungkapkan 90% responden pernah melakukan transaksi nontunai meski terbatas (lihat grafis). Dalam survei yang dilakukan kepada 662 responden itu terungkap 78% dari yang menyatakan belum pernah melakukan transaksi nontunai sudah mau beralih ke sistem pembayaran nontunai, tetapi belum tahu alasannya.

Berikut sejumlah pilihan pembayaran nontunai yang bisa Anda pilih.

 

Dana

Dana, platform terbuka buatan anak negeri ini, merupakan pemain baru dalam teknologi finansial (tekfin/fintech). Pengguna Dana cukup membuat akun dan menggunakan uangnya berbelanja dengan merchant rekanan mereka. Seperti BBM, Bukalapak, dan Tix.id.

Saat ini Dana masih bersifat beta, tetapi Chief Executive Officer Dana Vincent Iswara mengungkapkan dalam waktu dekat akan siap beroperasi normal. Selain itu, mereka menanti standardisasi aturan untuk penggunaan QR saat transaksi.

Lebih lanjut Vincent mengungkapkan meski menggunakan berbagai merchant, pengguna bisa memantau transaksi yang telah dilakukan dengan menggunakan Dana. Misalkan saat bertransaksi di BBM, pengguna masih bisa melihat transaksi mereka sebelumnya di Bukalapak.

Perusahaan rintisan itu memiliki data center dan data recovery center yang terletak di Indonesia. Dengan demikian, keamanan data dari pengguna terjamin.

Sayangnya informasi untuk mendaftarkan akun menggunakan Dana masih kesulitan. Baik di situs www.dana.id maupun di aplikasi terkait, kurang ada panduan membuat akun.

 

Kredivo

Berbeda dengan dompet digital, aplikasi Kredivo membantu mereka yang kesulitan meminjam uang di bank dan tidak memiliki kartu kredit. Kesulitan itu yang mendasari Co-founder dan CEO Finaccel Akshay menghadirkan Kredivo.

"Kami berusaha meminjamkan uang pada siapa pun yang memiliki smartphone," kata Akshay saat berkunjung ke Media Indonesia. "Berikan kami akses pada data digital Anda dan kami akan menentukan apakah Anda pantas untuk mendapatkan dana pinjaman dalam hitungan menit."

Cukup dengan KTP, akun Facebook, dan situs e-commerce atau rekening bank ke Kredivo, Anda bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp20 juta. Jangan khawatir Kredivo akan mencuri data di akun media sosial Anda. Mereka hanya melihat data publik seperti foto profil dan lokasi. Dari data itu, Kredivo akan menentukan apakah Anda pantas mendapatkan pinjaman. Selain itu, Kredivo mengumpulkan data dari ponsel pintar pengguna seperti lokasi, jumlah, dan waktu panggilan yang diterima pengguna. Semua data itu diproses menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Saat ini, Kredivo menggunakan model bisnis B2B2C (business to business to consumer). Itu artinya pengguna Kredivo bisa melakukan pembelian di e-commerce yang menjadi rekan Kredivo. Beberapa situs e-commerce yang sudah menjadi rekan Kredivo ialah Lazada, Bukalapak, dan Blibli.

Namun, ke depan, Akshay bercerita, dia ingin agar Kredivo juga bisa digunakan di toko luring (offline). Harapannya Kredivo bisa menjadi kartu kredit digital.

Terkait dengan pembayaran, pengguna bisa memilih langsung membayar tagihan setelah 30 hari atau cicilan. Ada pilihan 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Sementara ini Kredivo hanya beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Palembang, dan Denpasar. Ke depan, mereka berencana untuk melakukan ekspansi ke dua kota besar lain di Indonesia.

 

OVO

Seperti Dana, Ovo juga smart financial yang diluncurkan Lippo-X, sebuah perusahaan digital payment milik Grup Lippo. Keistimewaan aplikasi yang bisa diunduh di Playstore dan App store ini ialah sistem reward bernama Ovo Point. Sistem itu berfungsi untuk menjaga dan meningkatkan penggunanya untuk terus bertransaksi.

Pengguna Ovo dikategorikan menjadi 2, yaitu Ovo Club (pengguna biasa) dan Ovo Premier. Pembedanya ialah point reward yang didapatkan dalam setiap transaksi yang dilakukan serta jumlah maksimal saldo Ovo yang dimiliki. Pada aplikasi Ovo terdapat Ovo Cash yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai transaksi keuangan. Ovo Cash saat ini dapat digunakan untuk melakukan transaksi di sejumlah lokasi seperti Lippo Mall Kemang Village, Lippo Kuningan, dan area Karawaci. Di dalam aplikasi juga terdapat beberapa gerai populer yang telah disediakan untuk mencairkan poin reward, seperti untuk pembelian makanan atau tiket bioskop. Di Playstore, aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis dengan ukuran 14 MB.

 

Paypro

Aplikasi lainnya ialah Paypro, aplikasi yang dapat diunduh gratis di Playstore tersebut dapat memudahkan penggunanya untuk mengisi ulang pulsa, paket data, membayar tagihan listrik, transfer uang, serta melakukan pembayaran di minimarket dengan menggunakan pay by QR. Paypro tidak hanya berbentuk aplikasi, tetapi juga berbentuk stiker (seperti T-cash milik Telkomsel).

Dari segi keamanan Paypro cukup aman karena transaksi hanya dapat dilakukan pemilik akun. Paypro bisa diisi ulang melalui jaringan Alfamart, Alfamidi, Dandan, Indomaret, ataupun transfer bank. Paypro sendiri juga sudah merangkul Indosat dalam memberikan layanannya. Paypro Indosat Ooredoo sendiri merupakan cara bayar yang membebaskan pelanggan IM3 Ooredoo untuk dapat langsung bertransaksi melalui baik ponsel maupun smartphone dengan mudah.

Anda pengguna Indosat dapat dengan mudah melakukan langkah sederhana untuk registrasi di layanan Paypro dengan mengakses kode *123*4# dari smartphone atau ponsel atau bisa juga menggunakan aplikasi Myim3.  (Riz/M-1)

BERITA TERKAIT