Sistem Kasir Modern untuk UMKM


Penulis: Rizky Noor Alam - 29 March 2018, 08:53 WIB
img
MI/Adam Dwi

Pengantar:
Mereka adalah  pelopor-pelopor ekonomi baru Indonesia, yang memadukan teknologi digital, semangat pemberdayaan, dan optimisme bahwa Indonesia bisa eksis di tingkat global. Dalam memperingati 48 tahun Media Indonesia, kami menampilkan 49 pembaru ini setiap pekannya, inilah sosok kedelapan.

--------------------------

PENGUSAHA usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tentunya menemui berbagai masalah dalam membangun usaha, dari pembukuan hingga pendataan pergudangan. Apalagi, UMKM memiliki keterbatasan modal dan jumlah karyawan. Namun, di era teknologi ini masalah seperti itu bisa ditangani.

Sebuah start-up (perusahaan rintisan) melihat masalah itu sebagai peluang usaha. Perusahaan rintisan bernama Moka POS didirikan Haryanto Tanjo dan Grady Laksmono untuk mengembangkan dan memberikan layanan sistem kasir atau point of sales (POS).

“Moka POS itu aplikasi point of sales (POS) mungkin bahasa awamnya sistem kasir yang berbasis cloud untuk berbagai jenis usaha seperti restoran, cafe, toko baju, barber shop, salon, dan lain-lain,” jelas CEO dan Cofounder Moka POS, Haryanto Tanjo, saat diwawancarai Media Indonesia di kantornya, Selasa (20/3).

Upaya membantu UMKM itu bukan tanpa alasan. UMKM memberikan kontribusi 60% bagi gross domestic product (GDP) Indonesia.

“Saya dengan cofounder saya Grady Laksmono waktu itu masih di Amerika Serikat dan melihat teknologi landscape di Indonesia sedang sangat berkembang saat 2014. Kita melihat apa yang bisa membantu UMKM ini.”

Apa kesulitan mereka sekarang,  lanjutnya, kebanyakan UMKM ternyata masih berbisnis secara manual dan tidak bisa menumbuhkan bisnis mereka. Biasanya owner  masih jualan di toko.

“Bagaimana kalau dia mau buka cabang baru, 5 atau 10 cabang enggak mungkin dia bisa di toko semua itu, maka harus punya sistem yang memungkinkan melepaskan itu dan karyawannya yang handle di toko,” tambahnya.

Jadi, lanjutnya, owner-nya cukup memantau dan punya staf untuk back office-nya dan itu yang disediakan.

Moka POS sendiri di sisi front-end menyediakan segala macam teknologi yang digunakan untuk menampilkan aplikasi pada toko. Kasir dapat bertransaksi, mene­rima pesanan, mencetak struk, maupun memasukkan data pelanggan.

Selain itu, Moka POS dalam sisi back-end menyediakan laporan sehingga para pemilik usaha atau manajer bisa melakukan login dari mana saja dan memantau laporan penjualan, inventory management, dan lain-lain secara real time.

“Misalnya punya 10 cabang, cukup dengan satu kali login sudah bisa dipantau transaksi di semua outlet yang dia punya,” imbuhnya.

Biaya yang dikenakan kepada penggunanya cukup murah. Mereka cukup berlangganan minimal 1 bulan dengan tarif termurah Rp250 ribu untuk fitur-fitur dasar. Bila mereka ingin menambah fitur, tarifnya akan disesuaikan antara Rp150 ribu dan Rp250 ribu.

“Kita metodenya langganan. Jadi subscription based, kalau traditional POS harus bayar cukup mahal, banyak pemilik usaha belum mampu membayar sistem kasir sehingga masih banyak yang manual. Jadi layanannya on the go, setiap bulan kita charge Rp250 ribu untuk basic software. Kita juga ada modular features, yaitu sejalannya bisnis berkembang mereka akan butuh servis-servis lain,” paparnya.

Tantangan
Perjalanan Haryanto tidaklah mudah. Setidaknya ada dua tantangan yang dihadapinya. Pertama masalah edukasi pasar, yaitu dirinya perlu menjelaskan apa saja keuntungan yang akan dirasakan pengguna jika menggunakan produknya. Kedua ialah soal sumber daya manusia (SDM) terutama dalam bidang engi­neering.

“Kita sedang mencoba membangun end-to-end business dan banyak sekali fitur yang sedang dikembangkan dan membutuhkan banyak talent engineering di Indonesia,” jelas pria kelahiran Medan tersebut.

Melalui platform ini, Haryanto ingin membuat ekosistem tempat pelanggan bisa mendapatkan solusi bagi bisnis.

Haryanto juga ingin, ke depannya, Moka POS bisa menerima berbagai metode pembayaran. Apabila ia mendapatkan pendanaan dan pinjaman, ia ingin lebih mengembangkan Moka POS.

“Kalau dari segi keamanan terjamin karena kita punya security engi­neer team yang memastikan semua datanya itu encrypted dan kita juga pakai server salah satu yang terbaik, dan keamanannya sangat terjaga,” tambahnya.

Meskipun layanan yang diusungnya berbasis cloud yang artinya membutuhkan jaringan internet, Haryanto mengaku produknya tidak mengalami kendala jika terjadi mati listrik atau jaringan internet mati.

“Karena kita pakai tablet, tetap jalan. Internet mungkin juga mati, tapi di tokonya operation tetap jalan seperti biasa, cuma bedanya saat internet mati, maka data itu tidak sync ke serve,” papar Haryanto.

Sekarang Moka POS mempunyai lebih dari 8.000 paid outlet yang tersebar di 200 kota seluruh Indonesia, dengan 400 karyawan.

Suka Bermain Gitar dan Tenis
Di luar kesibukannya di dunia teknologi, haryanto menyempatkan diri untuk bermusik. Salah satu alat musik yg dikuasainya ialah gitar. Kecintaan Haryanto akan musik membuatnya ingin belajar memetik gitar.

Ia pun mempelajari alat musik itu saat masih berkuliah di Amerika Serikat secara autodidak. Secara perlahan iapun piawai membetot senar gitar menghasilkan musik yang merdu. Lagu-lagu dari  John Mayer yang paling  ia sukai untuk dimainkan.

Pria yang hobi bermain tenis itu optimistis akan masa depan usaha rintisan Indonesia. Apalagi, sudah ada empat unicorn yang lahir di Indonesia, Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

“Marketnya sangat luas dan masih banyak masalah yang belum terselesaikan. Jadi, peluangnya sangat banyak. Kalau dari sisi peraturan pemerintah, sifatnya kan tidak statis dan akan berubah terus. Banyak perubahan yang menguntungkan start-up juga dan mengenai peraturan pastinya dibutuhkan untuk membantu start-up dan yang saya lihat sedang berjalan dan akan lebih baik lagi,” pungkasnya. (Riz/M-3)

Biodata

Nama Lengkap:
Haryanto Tanjo

Tempat, Tanggal Lahir:
Medan, 10 Maret 1989

Pendidikan:
S-2: Master of Business Administration di UCLA Anderson School of Management (2014)
S-1: Industrial Engineering and Operation Research di University of California Berkeley (2009)

Karier:
1. CEO and Cofounder Moka POS (2014-sekarang)
2. Associate di McKinsey and Company (2013)
3. Associate di Webster Pacific, LLC (2010-2012)
4. Manufacturing Engineer di Bayer HealthCare (2009)
5. Consultant/Project Manager di Cisco Systems (2009)

BERITA TERKAIT