Cegah Glaukoma,Periksa Mata secara Rutin


Penulis: Ind/H-2 - 26 March 2018, 04:00 WIB
img
ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

GLAUKOMA sering disebut sebagai pencuri penglihatan. Itu karena penyakit tersebut menimbulkan kebutaan yang tidak dapat dipulihkan. Sebagai langkah antisipasi, penting bagi masyarakat untuk memeriksa mata secara rutin.

Dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Mata Aini, dr Syukri Mustafa SpM(K), menjelaskan glaukoma merupakan penyakit kerusakan pada saraf mata karena terjadinya peningkatan tekanan pada bola mata. Peningkatan tekanan itu terjadi karena produksi cairan dalam mata yang tidak normal.

Syukri mengatakan ada beberapa faktor risiko yang harus diwaspadai. "Usia lebih dari 41 tahun, adanya riwayat glaukoma di keluarga, rabun jauh, kornea tipis, menderita diabetes melitus, tekanan darah tinggi (hipertensi), terjadi trauma pada mata, dan pernah mengonsumsi obat steroid dalam waktu jangka panjang," terang Syukri pada seminar bertajuk Kenali Glaukoma Sejak Dini di Aula Rumah Sakit Mata Aini, Jakarta, Sabtu (24/3).

Syukri melanjutkan, ada glaukoma yang terjadi secara akut (mendadak) dan ada yang kronis. Pada glaukoma kronis umumnya penderita tidak menyadari telah terjadi kerusakan pada matanya karena penambahan tekanan mata terjadi secara perlahan.

Penderita, tutur Syukri, umumnya menggalami penyempitan lapang pandangan, tetapi tajam pengelihatan umumnya masih 100%.

"Hilangnya lapang pandangan itu berpola. Mulai pinggir sebelah hidung hingga ke luar. Sampai akhirnya lapang pandangan menjadi sangat sempit," terang dia.

Untuk glaukoma yang akut, sambung Syukri, penderita dapat mengalami nyeri, mata merah, pandangan buram, sakit kepala, sakit pada bola mata, mual, dan muntah.

Untuk mengantisipasi glaukoma, Syukri menyarankan agar orang yang masuk ke kelompok berisiko rutin memeriksakan mata ke dokter sekali setahun. Semakin awal glaukoma terdeteksi dan ditangani, risiko kebutaan dapat dihindari.

Pemeriksaan, tutur Syukri, meliputi pemeriksaan fisik dan mata, yaitu pemeriksaan tekanan darah, tajam pengelihatan, tekanan bola mata, dan pemeriksaan saraf mata. Pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, di antaranya gonioskopi atau pemeriksaan sudut bilik mata depan, pemeriksaan lapang pandang atau perimetri, dan pemeriksaan laboratorium.

BERITA TERKAIT