Pasien Diabetes Harus Rajin Periksa Kaki


Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani - 23 March 2018, 11:54 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KAKI menjadi salah satu area tubuh paling rawan mengalami luka pada pasien diabetes. Tingginya gula darah dapat menyebabkan kaki terasa kebas karena aliran darah tidak lancar. Akibatnya, sering kali kaki mengalami luka tanpa disadari.

"Banyak yang belum memerika detail kaki setiap kali mandi. Padahal, luka sedikit saja pada pasien diabetes bisa berbahaya," ujar dokter spesialis luka, Adisaputra Ramadhinara, dalam seminar berjudul Kenali Gejala Luka dan Solusinya, di RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Jumat (23/03).

Adi mengatakan luka umumnya berpotensi besar terjadi pada pasien diabetes karena ketika tertusuk atau terbentur sesuatu, pasien yang kakinya cenderung mati rasa dan kebas tidak menyadarinya. Luka tidak akan terasa sakit hingga kerap terabaikan tanpa pengobatan.

"Padahal luka memerlukan perawatan yang tepat. Apalagi pada pasien diabetes," kata Adi.

Luka diabetes yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan dampak buruh bagi tubuh. Di antaranya membusuk dan menyebabkan keharusan amputasi, hingga kematian.

"Jadi jangan malas untuk cek sebagai pencegahan. Kalau sudah luka, segera tangani dengan tepat," ujar Adi. (OL-3)

BERITA TERKAIT