Donat Menggemaskan Produk Dino Donuts


Penulis: Eno/H-2 - 16 March 2018, 04:11 WIB
img
DOK. BIG CIRCLE

BAGI pemirsa yang suka melakukan jajanan murah dan nyaman, Big Circle menghadirkan alternatif narasumber lainnya, yakni Dino Donuts.

Dino Donuts adalah kue donat dengan bentuk dan gambar dinosaurus juga huruf. Donat ini diminati anak-anak dan orang dewasa. Lewat kata-kata, Dino Donuts ini juga cocok dihadirkan sebagai kado dan hidangan pada momen-momen spesial, seperti ulang tahun atau selebrasi lainnya.

Gufron Syarif bersama ketiga temannya sepakat membuka kuliner tersebut yang berangkat dari pengalaman usaha sebelumnya, yaitu keripik bumbu rendang. Namun, usaha tersebut tidak berjalan mulus hingga pada suatu hari, Gufron menghadiri acara akikah sahabatnya. Cendera mata yang diberikan ialah donat.

Setibanya di rumah ia memakan donat itu sambil asyik menonton film Jurassic Park. Di situlah ide membuat donat berbentuk dinosaurus seketika terlintas di benaknya.

Gufron bersama ketiga temannya kemudian menghubungi perajin sol sepatu yang biasa membuat cetakan sol sepatu. Ia meminta bantuannya untuk membuat cetakan berbentuk dinosaurus, hingga mereka bertiga sepakat membuka usaha di depan SD di Bandung. Namun, ternyata tidak laku.

Manfaatkan Instagram

Gufron kemudian mempelajari teknik pemasaran melalui media sosial. Lewat Instagram, ia memulai mendapat pelanggan, sehingga ia menutup usaha di SD dan hanya melayani pemesanan online di rumahnya. Ternyata yang tertarik dengan produknya ialah yang di usia 18 tahun-25 tahun.

Untuk mengakomodasi target pasar ini, kemudian muncullah ide membentuk donat huruf. Donat huruf seketika melejit di kalangan anak muda dan kerap di jadikan hadiah untuk merayakan momen tertentu.

Selain donat dinosaurus dan donat huruf, Dino Donuts menciptakan produk baru, yaitu burger donut dan donut ice cream sandwich.

Dino Donuts memperkuat marketing dengan cara meng-endorse selebgram dan artis, seperti Nagita Slavina, Ayu Ting-Ting, Zaskia Adya Mecca, dan Natan. Bahkan, pernah ada tawaran franchise dari Rusia, Malaysia, dan Brunei.

Namun, Gufron menolak dengan alasan takut franchise tidak dapat melakukan quality control dengan baik. Akibatnya, merusak brand Dino Donuts yang sudah susah payah dibangun.

BERITA TERKAIT