Eksperimen Sains dari Bahan Sederhana


Penulis: SURYANI WANDARI - 11 March 2018, 05:01 WIB
MI/WANDARI
MI/WANDARI

Di tengah-tengah orang yang menunggu giliran masuk, Medi menyelinap ke ruangan kelas yang jendelanya ditutupi kain hitam. Saat Media masuk ternyata banyak planet yang melayang, ruangannya agak gelap tapi cahaya lampu warna warni yang berkelipan membuat semua orang merasa sedang ada di angkasa luar lo. Wihh asyik ya sobat. Hayo siapa yang belum tahu planet di tata surya ada berapa? Bukan hanya merasakan suasana angkasa luar, di ruangan ini kita pun bisa membuat planet dari balon dan melukisnya dengan kuas serta membuat nebula yang bisa digenggam tangan loh.

Selain itu, masih ada pula beberapa ruangan lainnya yang bisa dicoba untuk melakukan eksperimen seru bersama guruguru di sini. Penasaran sobat? Mending ikuti Medi yuk yang menjelajah dan ereksperimen sains di Sekolah Tunas Metropolitan yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Metland, Tangerang, Banten.

Puncak sains

Sabtu (3/3) Sekolah ini menggelar Metland Science Fair 2018, yakni pesta sains sebagai wadah untuk mengembangkan pemahaman tentang aplikasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini pun diikuti seluruh siswa Sekolah Tunas Metropolitan dan terbuka bagi siswa TK dan SD di sekitarnya lo.

“Ini pesta sains terbesar yang digelar sekolah ini, anak SD lainnya pun bisa turut ikut untuk berbagi pengalaman belajar sains yang seru,” kata Bu Shanti Widiawati, Kepala Sekolah Tunas Metropolitan Bu Shanti yang saat itu memakai kostum menjelaskan kegiatan seru ini digelar sebagai sarana dan prasarana untuk menyalurkan kreativitas dan menambah kecintaan generasi muda kepada sains. Apalagi pelajaran sains memang sudah ada di pelajaran wajib siswa. “Ini praktik dari materi yang telah mereka pelajari selama hampir satu tahun di kelas,” lanjut Bu Shanti. Nah sobat Medi siap bereksperimen?

Angkasa luar dan penyerapan air
Selain membuat miniplanet dari balon yang diselimuti lakban kertas dan dilukis sesuai warnanya, di ruangan bernama Outer Space Adventure ini para siswa bisa membuat Anti Gravity Nebula lo. Ada yang tahu apa itu nebula? “Nebula adalah awan antarbintang yang terdiri dari debu, hidrogen, helium dan gas yang terionisasi lainnya,” kata Bu Melly, guru Sekolah Tunas Metropolitan. Disebut antigravity karena mereka membuat nebula dalam sebuah botol kecil. Nebula yang berwarna-warni pun dibuat dari kapas yang diberi pewarna dan gliter yang ditumpuk.

Pindah ke ruangan The Green Green Grass of Home, kali ini kita bisa penyerapan air dalam tanaman, misalnya, proyek menanam sirih gading di pot dari bekas botol mineral, dan memasukkan tanah yang subur yang dicampur pupuk organik atau pupuk kandang sebagai tambahan nutrisi. Setelah sebatang potongan sirih garing sepanjang 10 cm ini tertancap di tanah, kita bisa menyiramnya. Air akan mengalir masuk bulu akar. pada dinding sel masuk ruang bebas, melewati membran plasma. Ya, mudahnya proses penyerapan bisa terjadi
karena adanya pipa kapiler di dalam tubuh tumbuhan, yaitu pembuluh xilem dan fl oem.

Untuk lebih jelasnya, kalian bisa juga melakukan percobaan magic plant dari bahan sederhana loh, yakni gelas bekas air mineral, sawi putih, air dan pewarna makanan. kalian bisa mencelupkan 1 lembar sawi putih pada air yang telah diwarnai. Setelah 2 jam lihat hasilnya. Ya, sawi itu berubah warna loh.

Masa jenis
Sobat, apa jadinya jika minyak dan air disatukan? Tentu terpisah ya minyak akan berada di atas air,kalian tahu kenapa? “Air dan minyak adalah molekul yang tidak pernah menyatu bila berada di satu tempat yang sama. Itu karena massa jenis atau molekul air lebih besar daripada minyak,” kata Ibu Yeni, guru Sekolah Tunas Metropolitan. Tapi air bisa juga terangkat ke atas minyak loh, walaupun hanya sementara, kalian tahu caranya?

Bu Yeni merekomendasikannya dalam sebuah eksperimen berjudul Lava Lamp dari ruangan Chemysterious Hall. Pertama, sediakan botol agak tinggi, lalu masukkan air dan minyak, masing-masing perbandingannya sama, masukkan juga beberapa tetes pewarna makanan, lalu campurkan, pewarna ini akan menyatu dengan air.

Jika sudah, kalian masukan tablet Alka-Seltzer atau soda kue, maka akan bereaksi dengan menghasilkan gelembung karbon dioksida sehingga air dari dasar botol terangkat ke atas. Ketika sampai permukaan, gas karbondioksida terlepas dan menyebabkan air yang tadinya di atas turun kembali. Proses ini seperti lava yang penyumbur dari dalam bumi. Di ruangan ini kalian pun bisa membuat kinetik sand, si pasir ajaib karena bisa saling menempel dan melekat, tapi tidak menempel di tangan. Kamu bisa membuatnya dengan membuat slime dari lem terlebih dahulu kemudian ditambah pasir sedikit-sedikit. Proses ini mengajarkan proses pengubah bentuk dari cari hingga padat. Seru kan sobat?

Workshop asyik
Sobat, rupanya bukan hanya ruangan eksperimen yang bisa dicoba, kalian pun bisa mencoba beragam workshop dari beberapa perusahaan, di antaranya WWF Indonesia dengan Laboratorium Airnya nih. Kita diajari membedakan air yang layak dikonsumsi. Apa hayo kriterianya? “Air yang bagus itu air yang tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbaru,” kata Kak Aya.

Pihak WWF pun membuktikannya dengan kertas lakmus yang bisa berganti warna jika terindikasi air yang bersifat basa ataupun asam lo. Ada pula workshop jumpimg clay yang membuat berbagai bentuk dari adonan clay. Di workshop ini kalian bisa bereksperimen soal warna dengan mencampurkan dua warna untuk menghasilkan satu warna baru hingga membentuk karakter lucu, seperti tomat dan jeruk.

Yang tak kalah seru, ada pula workshop robotik, dengan menggerakkan sikat dari dinamo atau ada pula Digital Art Class yang membuat pin dengan desain gambar sendiri lo. Keempat workshop ini pun bisa menjadi pilihan ekstrakurikuler si sekolah ini. Bereksperimen memang selalu seru ya sobat. Kalian pun tertarik bukan? Yuk buat di rumah. (M-1)

BERITA TERKAIT