Cegah Hilang Data dari Mantan Karyawan


Penulis: MI - 10 March 2018, 14:45 WIB
Dok. Eset Indonesia
Dok. Eset Indonesia

BAGI perusahaan, saat karyawan berhenti bekerja, mereka akan kehilangan sebagian data. Padahal saat menjadi karyawan, semua informasi milik mereka ialah milik perusahaan.

Survei Veriato baru-baru ini menunjukkan 87% karyawan yang berhenti kerja mengambil data yang mereka tangani, termasuk informasi pelanggan rahasia, daftar harga, rencana pemasaran, data penjualan, dan intelijen kompetitif. Sebanyak 28% mengambil data yang dibuat orang lain. Hilangnya kekayaan intelektual ini bisa sangat merugikan dan dapat membuat perusahaan bangkrut.

Guna mencegah hal itu, perusahaan keamanan ESET berbagi tiga kiat mencegah kehilangan data itu. Pertama ialah menetapkan dan menegakkan kebijakan perusahaan. T

idak dapat dimungkiri beberapa karyawan berbagi data perusahaan dengan pihak lain dari luar atau membawanya ke tempat kerja mereka yang baru dan memanfaatkan data-data tersebut untuk aktivitas yang bisa berakibat buruk bagi perusahaan lamanya.

Untuk mencegah hal ini, perusahaan harus membuat aturan yang jelas dan mengikat, bahwa segala hal yang berkaitan dengan data perusahaan ialah milik perusahaan.

Pastikan kesepakatan menguraikan dengan detil data karyawan yang dapat diambil saat mereka pergi dan apa yang harus mereka tinggalkan, dan juga konsekuensi apabila membawa dokumen atau menghapusnya.

Kiat kedua, data loss prevention. Perusahaan dapat menerapkan analisis perilaku pengguna dan entitas dengan algoritma machine learning canggih untuk membantu menentukan perilaku normal setiap karyawan sampai perilaku anomali apa pun sehingga dapat dideteksi dan diselidiki.

Teknologi ini juga dapat diatur dan dikelola untuk membuat kebijakan yang sesuai dengan yang perusahaan butuhkan dalam penanganan keamanan digital, seperti data mana saja yang boleh diakses karyawan atau divisi mana yang boleh mengakses dan mana yang tidak, mana data yang boleh ditransfer atau dikirim, termasuk menentukan perangkat penyimpanan yang bisa mengakses data perusahaan.

Kita terakhir ialah batasi akses data (Enkripsi & 2FA). Batasi akses karyawan mengakses informasi perusahaan, termasuk pemasangan perangkat keras atau lunak. Perusahaan juga sebaiknya memasang firewall untuk memblokir situs jahat untuk mentransfer dan mengen­kripsi data.

Kehilangan data diakui Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, menjadi krusial beberapa tahun belakangan. Kebijakan yang ketat dan mengomunikasikan kebijakan ini, termasuk konsekuensi apa yang diterima jika melanggarnya, akan meminimalkan karyawan yang berhenti dari pekerjaan untuk mengambil data yang bukan milik mereka.

“Dengan adanya software yang dapat menganalisis tindakan dan perilaku karyawan, mendeteksi apakah ada perilaku anomali yang menimbulkan ancaman aktual, memprioritaskan perilaku mana yang paling merusak perusahaan, dan kemudian merespons dengan tepat, tentu sangat membantu bagi perusahaan dalam mencegah data berharga agar tidak hilang saat kar­yawan pergi,” ujarnya. (RO/M-4)

BERITA TERKAIT