Sahabat Digital Ibu Kekinian


Penulis: Rizky Noor Alam - 10 March 2018, 13:24 WIB
Sumber: The Asian Parents/Grafis: Novin
Sumber: The Asian Parents/Grafis: Novin

ERA digital tidak hanya mengubah perilaku para generasi muda maupun anak-anak. Para ibu pun memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan hidup mereka. Seperti dilakukan Joanna Alexandra, 30. Ibu empat anak yang berprofesi sebagai artis itu menggunakan dunia digital untuk mengurus anaknya. “Dunia daring itu sangat membantu dan dapat memberikan solusi yang cepat,” ungkap Joanna pada perayaan Orami di Jakarta, Rabu (21/2).

Melalui dunia daring, Joanna terbantu untuk membeli produk perawatan anak, seperti popok. Tidak hanya itu, media daring dimanfaatkannya untuk mencari informasi dan berkonsultasi dengan berbagai dokter ahli sehingga dapat memberikan pengetahuan baru yang tidak menyesatkan.

“Di Orami ada bagian forum untuk mencari-cari informasi, juga ngobrol dengan para dokter-dokter yang berpengalaman. Ada pula jadwal konsultasi daring setiap hari,” imbuh Joanna.

Orami ialah salah satu toko daring perlengkapan dan kebutuhan bayi dan ibu hamil terbesar di Indonesia yang didirikan sejak 2013. Toko da­ring itu rata-rata dikunjungi 3,5 juta orang per bulan, sekitar 75% konsumen Orami ialah kaum ibu.

“Berawal dari e-commerce, Orami memperkuat sisi konten dan membangun komunitas agar para mendapat dukungan lebih dalam membesarkan generasi masa depan yang lebih baik. Jika dibandingkan dengan 2016, terjadi peningkatan page view Orami hingga 400% dan unique visitor hingga 1.000 kali lipat. Hal ini menunjukkan para ibu yang awalnya hanya berkunjung ke Orami untuk belanja sekarang sudah mulai aktif untuk membaca konten dan menilik apa yang terjadi dalam komunitas Orami,” ungkap CEO of Orami, Ferry Tenka, pada kesempatan yang sama.

Diskusi
Konten Orami telah diperbarui dan dapat diakses kapan saja, di mana saja. Isinya cukup bervariasi, seperti tumbuh kembang anak, seks, industri showbiz, maupun kiat kehamilan yang sehat dan tempat penitipan anak. Selain itu, tersedia sederet artikel dan video untuk mendukung aktivitas para ibu, seperti resep alternatif MPASI, cara mengganti popok yang aman.

Salah satu fitur andalan Orami ialah forum diskusi daring, forum Ask The Expert, dan Orami Live Chat. Untuk fitur itu, Orami bekerja sama dengan enam praktisi kesehatan dan kejiwaan untuk menjawab pertanyaan para ibu. Salah satunya dr Benny Johan Marpaung yang merupakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

“Konsultasi dokter daring dapat membantu lebih mengarahkan. Banyak sekali topik-topik yang ditanyakan para ibu terutama seputar kehamilan karena kebanyakan penanya adalah para ibu yang baru hamil perdana sehingga butuh untuk diedukasi,” jelas Benny.

Dokter lainnya ialah dr Ameetha Drupadi. Pakar laktasi itu menjelaskan berbagi maupun berkonsultasi terutama dengan live chat secara daring akan dapat membuat para ibu lebih tenang karena pertanyaan-pertanyaan seputar laktasi dapat dijawab. “Para ibu itu tanyanya macam-macam termasuk soal ASI,” kata Ameetha.

Survei
Bagi para ibu muda kehadiran media daring memang membantu. Namun kecenderungan digunakan untuk berbelanja. Hal itu terbukti dalam survei yang dilakukan The Asian Parent pada Desember 2017 kepada 1093 ibu di Indonesia, dengan usia 20-40 tahun dan berpendapatan di atas Rp3 juta yang menunjukkan 73% ibu berbelanja daring sebanyak 2-3 kali sebulan. Survei tersebut menunjukkan 3 alasan utama, pertama karena bisa dilakukan secara daring, kedua hemat waktu, dan ketiga lebih mudah membandingkan harga. Sedangkan tiga kriteria yang biasanya dipertimbangkan dalam memilih platform belanja daring ialah harga yang terjangkau, penjual tepercaya, dan bebas ongkos kirim.

Sebanyak 94% dari responden mengklaim melakukan pembelian setelah melihat rekomendasi daring, sedangkan 28% melakukan pembelian setelah melihat ulasan dari situs parenting. Tak hanya kemudahan mengakses informasi akan produk, kemudahan transaksi pembayaran mendukung pola belanja daring tersebut.

Sebanyak 41% dari responden juga mengungkapkan lebih memilih melakukan pembayaran via ponsel untuk pembelian belanja daring mereka. Kemudahan metode transaksi tersebut salah satu faktor yang menggiring para ibu berbelanja daring dan untuk tiap transaksi tersebut, 6 dari 10 ibu menghabiskan rata-rata Rp100 ribu-Rp300 ribu.

Kecenderungan ibu yang mudah luluh jika menyangkut anak-anaknya juga sangat memengaruhi keputusan pembelian mereka. Karena itu, pembelian daring para ibu terutama berkisar untuk anak, dengan persentase 78% untuk produk pakaian anak dan 61% untuk produk bayi dan anak.

Menurut psikolog Nadya Pramesrani, belanja daring bagi para ibu bisa sebagai reward dari kesibukan di kantor dan di rumah. Alias me time bagi ibu untuk tetap sehat secara mental dan memberikan lingkungan positif bagi anak dan keluarganya.

“Segala keterbatasan yang ada, terutama dalam hal waktu, membuat banyak ibu yang meluangkan me time dengan belanja daring. Me time karena seperti window shopping but less effort dibandingkan ke mal, dan juga menjadi ibu pintar karena mudah membandingkan harga dan kualitas yang akhirnya membantu mereka memilih yang terbaik bagi keluarga,” jelas Nadya.

Survei tersebut menunjukkan dari sekian banyak platform belanja daring, Shopee menjadi pilihan utama para ibu (dipilih 73% responden), disusul Tokopedia (54%), Lazada (51%), dan meski tidak dapat sepenuhnya masuk ke dalam kategori e-commerce, Instagram (50%). Hal tersebut membuktikan ibu masa kini sudah sangat terbantu dengan adanya perkembangan teknologi sehingga memungkinkan para ibu menjalankan perannya, sekaligus menikmati hiburan, bahkan berbelanja di mana saja dan kapan saja, hanya dalam genggaman tangan. (M-4)

BERITA TERKAIT