Jokowi Bersiap Menanti Lawan


Penulis: Rudy Polycarpus - 04 March 2018, 22:43 WIB
BIRO PERS ISTANA/SETPRES
BIRO PERS ISTANA/SETPRES

PRESIDEN Joko Widodo dikenal gemar berolahraga, mulai dari bersepeda, memanah, joging hingga bermain futsal.

Namun, Minggu (4/3), lewat video blognya, Presiden memilih berlatih tinju di halaman Istana Bogor, Jawa Barat.

Beragam teknik pukulan ia lontarkan mulai dari jab, hook hingga straight ke arah Abed, pelatih tinju dari Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Bogor.

Meski hanya latihan, Jokowi berusaha tampil maksimal dengan sarung tinju, kaos tanpa lengan dan celana traning. Selain berlatih memukul, Jokowi mengikuti instruksi Abed melatih pukulan dan memperbaiki posturnya.

Mengingat rekam jejaknya yang jauh dari dunia tinju, tentu jangan berharap Presiden memeragakan teknik tinju dan ketahanan fisik prima ala Floyd Mayweather dan Chris John. Jokowi mengakui tinju merupakan olah raga yang sangat menguras fisik.

"Main tinju itu, aduh, berat, berat, berat. Cepat capek dan memerlukan sebuah ketahanan fisik yang tinggi," ujar Presiden dalam video berdurasi 2 menit itu.

Namun, meski pemula, Abed memuji kemampuan Presiden menyerap teknik dasar bertinju.

"Ya kalau berlatih tinju bapak cukup cepat, cukup bisa. Semua gerakan gampang," puji Abed.

"Itu karena pelatihnya sangat bagus. Makasih Pak Abed. Makasih!" jawab Jokowi.

Adalah pemandangan yang jarang dilihat dari seorang kepala negara dan figur politik tertinggi berlatih olah raga fisik seperti tinju. Di level kepala negara, Presiden Rusia Vladimir Putin dikenal menyukai olah raga fisik. Ia merupakan pemegang sabuk hitam judo.

Namun, bagi Jokowi, pertarungan sebenarnya bukan di atas ring tinju, melainkan Pilpres 2019. Setidaknya itu menurut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ketika menimpali vlog mantan Wali Kota Solo tersebut di akun resmi Twitternya.

"Video bagus. Bagaimana kalau kita adu sama mantan Danjen Kopassus itu ya? (Pilpres) 2019," tulis Fahri sembari menambah 4 emoticon senyum di bagian akhir.

Danjen Kopassus yang Fahri singgung ialah Prabowo Subianto, rival Jokowi pada Pilpres 2014.

Sebagai politisi yang kerap melempar bahasa simbol, publik bisa menafsirkan latihan tinju itu sebagai persiapannya menuju pemilu.

Kalau dalam pertandingan tinju sebenarnya, pukulan jab dan hook Jokowi mungkin kurang ditakuti lawannya. Namun, dalam konteks pilpres, sebagai petahana alias juara bertahan, pukulan mematikan yang membuat jeri lawan Jokowi terletak pada elektabilitasnya. Berdasarkan berbagai hasil survei elektabilitas Jokowi masih jauh mengungguli para rivalnya.

Kini, Jokowi sudah bersiap menghadapi pertandingan sesungguhnya di arena Pilpres 2019 dengan dukungan PDI-P, NasDem, PPP, Golkar, Hanura, dan PPP. Tinggal lawannya yang belum muncul. (OL-4)

BERITA TERKAIT