Sayangi Terumbu Karang Kita!


Penulis: SURYANI WANDARI - 04 March 2018, 04:41 WIB
img
DOK PRIBADI

VOYU, si ikan badut hari itu sangat senang bisa bermain dengan mahluk laut lainnya seperti dori, hiu, hingga gurita di antara gugusan anemon. Tapi, kegembiraan mereka ternyata hanya sementara. Semuanya berubah setelah banyak manusia datang. Tak sekadar menikmati keindahan laut, manusia juga berfoto. \

Mereka seenaknya menginjak terumbu karang, rumah para binatang laut itu. Voyu dan teman-temannya sedih loh. Namun, selain manusia yang jahat, ada pula yang baik, mereka merawat kembali terumbu karang. Salah satu manusia penyelamat karang itu bernama Eko. Ia sangat hati-hati saat melewati terumbu karang, ia pun rajin menanam terumbu karang. Sehingga Voyu dan teman-temannya pun kembali bisa tinggal dan bermain di laut dengan nyaman! Dongeng seru itu dibawakan Kak Nafi s, pada acara Jelajah Terumbu Karang Indonesia, Minggu (25/2).

Galeri foto terumbu karang
Acara ini resmi dibuka pada Rabu (21/2) oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Ibu Rini Soemarno. Kegiatan ini bukan hanya menyajikan dongeng terumbu karang bagi anak-anak, ada pula pameran
foto bertajuk Laut Kita Ibu Kita.

“Terumbu karang itu sangat berharga, sebagai salah satu sumber kekayaan alam dan masa depan Indonesia,” kata Bu Siti Nurbaya. Terumbu karang, kata Bu Siti, adalah struktur makhluk hidup yang tertua di bumi. Ia hanya tumbuh beberapa
sentimeter saja per tahun. Sehingga karang yang ada di Indonesia saat ini, usianya sudah sekian juta tahun.

Delapan lokasi terumbu karang terbaik
Medi melihat-lihat aneka foto dari delapan lokasi terumbu karang terbaik Indonesia. Mulai dari Teluk Jailolo di Maluku Utara, Teluk Cenderawasih di Papua, perairan Komodo di Manggarai Barat, Selat Lembeh di Sulawesi Utara, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Raja
Ampat di Papua Barat, Selayar di Sulawesi Selatan, hingga Pulau Bali.

Di setiap tempat rupanya punya cerita dan hewan unik loh sobat. Ikan golden sweeper yang difoto di titik selam Shotgun di Perairan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, misalnya. Ia hidup berkelompok sangat padat pada perairan dalam yang jernih di gua bawah laut. Ikan berukuran 10 cm ini saat malam hari berburu zooplankton. Ada pula ubur-ubur tak menyengat yang berada di Misool, Raja Ampat, Papua, dan Kuda laut pygmy yang hidup di kipas laut dengan warna yang menyerupai rumahnya di Selat Lembeh, Bitung Sulawesi loh. Wah foto-fotonya memberikan gambaran kehidupan di bawah laut lo sobat.

Penyu yang makan plastik
Sobat, tahukah kamu? Menurut riset yang dikutip dalam Laporan Konservasi Dunia, ekosistem terumbu karang menjadi habitat lebih dari 25% spesies ikan laut. Bahkan terumbu karang yang hanya menutup 0,1% bagian dari dasar laut, menghasilkan miliaran dolar
Amerika Serikat setiap tahunnya.

Ya, terumbu karang memang bukan hanya bermanfaat untuk binatang laut saja, tapi juga bagi kehidupan di daratan. Untuk itu, sudah semestinya kita menjaga laut. Salah satunya, dengan tak membuang sampah sembarangan. Kak Nafi s bercerita, penyu laut sering kali memakan plastik atau sampah karena menyerupai makanannya.

“Penyu itu biasanya memakan ubur-ubur yang bertubuh bening, tapi kali ini ia sakit karena memakan plastik,” kata pendongeng itu. Wah sobat Medi enggak mau juga kan binatang lainnya terluka juga seperti penyu? Untuk mengenal lebih lengkap mengenai ikan, ada kuis untuk menebak panjang ikan loh Sobat Medi! Misalnya, ikan tongkol dan napoleon?

Ya, masingmasing, 45 cm dan 72 cm. Tak hanya menebak, anak-anak pun mengikuti kegiatan mewarnai gambar binatang laut loh. Wah seru ya Sobat, selain bermain kita juga bisa mendapatkan pengetahuan tentang terumbu karang dan keindahan laut dalam pameran foto. Nah sobat mau juga untuk merawatnya kan? Yuk kita lakukan bersama-sama. (M-1)

BERITA TERKAIT