Bertemu Luwak Pahlawan Kopi Nusantara


Penulis: micom - 25 February 2018, 15:00 WIB
MI/FERDIAN ANANDA M
MI/FERDIAN ANANDA M

Melalui pengembangan Kopi Luwak, Puslitkoka Jember pada 2010 memberikan sertifikat pengelolaan kandang Luwak tebersih se-Indonesia kepada kopi malabar. Mereka juga melakukan pengembangan budi daya Luwak, metode treatmen dan pembangunan sarana kandang Luwak yang representatif.

Kandang luwak itu memiliki luas 2,5 meter x 2,5 meter. Oleh karena itu, luwak bisa dengan leluasa bebas bergerak. Di dalam kandang juga terdapat batang pohon kopi untuk tempat bermain.

Kopi sebagai camilan luwak
Untuk mempertahankan kebugaran luwak, Agung menjelaskan, sebanyak 80 ekor luwak diberikan makan alami, seperti buah-buahan pisang, apel, dan pepaya. Bahkan, untuk menambah protein juga diberikan belut dan madu.

"Jadi kopi itu hanya diberikan untuk makanan snack mereka. Kami berikan setelah memastikan mereka kenyang dengan makanan utamanya," tuturnya.

Ia menambahkan, kopi luwak mereka menggunakan brand Golden Malabar dan sukses menembus pasar dunia dari Asia, Eropa, hingga Amerika, sedangkan kawadan Asia tersebar di Singapura, Taiwan, Hong Kong, Tiongkok, Korea Selatan, hingga Jepang.

"Jenis kopi yang dikembangkan hanya arabica. Panen dilakukan pada Mei hingga Agustus. Dalam sekali musim panen, hanya menghasilkan 400 kilogram kopi greenbean. Satu ekornya, dalam sehari itu bisa memproduksi 15 gram kopi jenis greenbea," jelasnya. Pengalaman bertemu luwak sang pahlawan kopi ini juga bisa dijumpai saat kita pelesir agro ke kebun ini! (FD/M-1)

BERITA TERKAIT