Sembilan Naga Singkawang Pecahkan Rekor


Penulis: Aries Munandar - 20 February 2018, 08:55 WIB
img
Dok.MI/Gino F Hadi

PERAYAAN Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, kembali dihiasi dengan pemecahan rekor Muri dengan pembuatan naga terbanyak (9 naga). Pemecahan rekor tersebut kembali dilakukan Santo Yosep Singkawang Group.

“Sebelumnya kita juga pernah mendapatkan rekor Muri atas pembuatan naga terpanjang di Indonesia sepanjang 178 meter pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun 2017. Kini rekor Muri tersebut kembali kita dapatkan atas pembuatan naga terbanyak (9 naga) pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018,” kata ketua pembuatan naga terbanyak (9 naga) Santo Yosep Singkawang Group, Bong Sin Fo, Minggu (18/2).

Penyerahan sertifikat dari pihak Muri akan dilaksanakan pada Rabu (28/2) di Gedung Serbaguna STIE-Mulia Singkawang.

“Saat ini 2 naga sudah kita tempatkan di Stadion Kridasana, sedangkan 7 lainnya kita tempatkan di Gedung Serba Guna STIE-Mulia,” ujarnya.

Sesuai rencana awal, katanya, sebenarnya ke-9 naga tersebut akan ditempatkan di Stadion Kridasana. Namun, karena atap tribun yang dipergunakan untuk penempatan naga tidak memadai (kalau hujan dikhawatirkan akan basah) sehingga 2 naga saja yang ditempatkan di stadion tersebut.

Secara terpisah, Ketua panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Leonardi mengatakan, pihaknya telah membuat sejarah melalui event Imlek dan Cap Go Meh yang paling heboh sampai ke sentro dunia.

Karena, katanya, pada tahun ini pihaknya telah memasang hiasan-hiasan lampion yang sudah melampaui target rekor Muri dengan jumlah lampion sebanyak 15 ribu unit.

“Kemudian untuk tatung yang sudah terdaftar sampai tanggal 14 Februari ada sebanyak 850 tatung. Ini merupakan suatu rekor yang dahsyat,” katanya.

Menurutnya pula, perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang tahun ini tampilannya sangat beda. Alasannya, pada tahun ini pihaknya juga telah memasang hiasan lampion berbentuk gapura kota, 12 zodiak Shiau, ada lampion Dewa Rezeki setinggi 4,5 meter yang terpasang di Wihara Tri Dharma Bumi Raya (pusat kota) Singkawang.

Kemudian, ada lampion etnik ikan setinggi 4 meter yang melambangkan Nien-Nien Yu Yi (setiap tahun banyak berkah).

Event terbesar
Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, masyarakat perlu berbangga karena perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang bisa dikatakan sebagai event yang terbesar di Indonesia.

Event Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang juga sudah menjadi agenda tetap Kementerian Pariwisata RI,” katanya.

Sementara itu, beberapa prestasi yang pernah diraih melalui event ini dan pernah tercatat sebagai rekor Muri, seperti lampion terbanyak (10.895 lampion) pada 2009, rekor Muri pawai dengan tatung terbanyak (777 tatung) pada 2010.

Kemudian, rekor Muri lampion terbesar pada 2011, rekor Muri kue keranjang terbesar pada 2011, rekor Muri Replika Tembok China terbesar 2012, rekor Muri naga terpanjang di Indonesia sepanjang 178 meter 2017.

“Beberapa prestasi yang pernah dicapai ini tentunya merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Kota Singkawang karena ini kita bersama-sama yang mewujudkannya,” ujarnya. (Ant/S-1)

echo $details;
BERITA TERKAIT