Bawang Dayak Memiliki Sejumlah Khasiat


Penulis: Surya Sriyanti - 17 February 2018, 19:44 WIB
MI/Surya Sriyanti
MI/Surya Sriyanti

KALIMANTAN Tengah yang punya luas 1,5 kali Pulau Jawa, ternyata tak cuma memiliki kekayaan alam yang terkandung di perut bumi saja. Tapi juga di permukaan bumi berupa tumbuhan yang bisa dibudidayakan secara luas.

Salah satu tumbuhan yang saat ini gencar dibudidayakan karena tingginya permintaan untuk pengobatan yakni bawang Dayak. Bahkan saat ini beberapa pihak mencoba untuk membudidayakan tumbuhan hutan yang berwarna merah, dan teksturnya tak beda dengan bawang konvensional. Salah satu khasiatnya ialah untuk dijadikan obat tradisional.

Mama Dion, 43, perempuan Dayak yang berasal dari Barito ini mengaku sudah meramu obat tradisional khas Dayak puluhan tahun, dan menjualnya di Pasar Kahayan, Palangka Raya. Dia memanfaatkan peralatan seadanya dan bahan-bahan yang ada di hutan.

"Saya meramu bawang Dayak yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit," ujarnya, Sabtu (17/2).

Khasiat bawang Dayak, papar Mama Dion, diyakini bisa untuk penyembuhan penyakit kencing manis, kolestrol, wasir dan asma. Mengolah bawang Dayak untuk dijadikan obat tradisional juga mudah.

Caranya yakni bawang tersebut dipotong akarnya, lalu dipotong tipis-tipis. Setelah itu barulah direbus hingga mendidih dengan air yang secukupnya.

"Setelah itu disaring untuk mengambil air rebusan tersebut, baru bisa dihidangkan untuk diminum," ungkapnya.

Harga bawang Dayak ini tidaklah terlalu mahal, karena pedagang menjualnya hanya Rp20 ribu per ikat (3/4 kg). Untuk konsumen yang berada jauh dari Palangka Raya, ibu dua anak ini mengeringkan bawang Dayak ini dan kemudian mengemasnya .

"Cara penggunaannya sama dan direbus agak lama dari 3 gelas air menjadi 1 gelas," tukas Mama Dion lagi.

Selain bawang Dayak, dia juga menjual beraneka ragam obat tradisional yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit ringan hingga penyakit berat.

Contohnya pasak bumi yang berkhasiat untuk menyembuhkan sakit pinggang, akar kayu kuning yang berkhasiat menyembuhkan penyakit liver, dan juga meramu berbagai kayu akar dan benalu untuk menyembuhkan penyakit tumor. "Obat tradisional Dayak ini tidak memiliki batasan usia," tukasnya.

Dari aktivitasnya itu, Mama Dion meraup omzet Rp300 ribu-Rp400 ribu setiap harinya. Pembeli tidak hanya orang Kalimantan saja, tetapi dari luar Kalimantan pun memburu obat tradisional ini.

Namun, dengan nada lirih ia menjelaskan bahwa sekarang sangat sulit mendapatkan bahan-bahan baku untuk obat-obat tradisional. Sebab banyak hutan telah terbakar dan adanya penanaman pohon kelapa sawit.

Sementara itu, Sri Rahayu, seorang ibu yang mengidap sakit diabetes secara rutin mengkonsumsi bawang Dayak ini, mengaku sangat terbantu.

"Diabetes saya tidak naik sejak mengkonsumsi bawang Dayak ini, asal teratur meminum air rebusannya," tukasnya. Ia pun akan selalu mengkonsumsi bawang Dayak karena selain murah juga mudah didapatkan. (OL-4)

 

BERITA TERKAIT