Halo Masin, Jelajah Banjarmasin dari Sudut Berbeda


Penulis: Denny S/M-1 - 28 January 2018, 07:00 WIB
MI/Denny Susanto
MI/Denny Susanto

CUACA sebenarnya kurang bersahabat pagi itu, udara dingin sisa guyuran hujan sepanjang malam masih begitu terasa. Namun, kegiatan uji coba Halo Masin Trip bersama tim IKKON, Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara, tetap digelar.

Ikkon merupakan program live-in Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang menempatkan seseorang atau sekelompok pelaku kreatif pada suatu wilayah di Indonesia. Tujuannya mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal. Para peserta dan masyarakat lokal diharapkan berbagi, berinteraksi, bereksplorasi, dan berkolaborasi sehingga saling memperoleh manfaat secara etis dan berkelanjutan.

Menggunakan perahu motor atau klotok atap terbuka, perjalanan menyusuri sungai dari dermaga Siring Sungai Martapura, pusat kota menuju kawasan Basirih, Banjarmasin Selatan, pun dimulai.

Tidak sekadar berwisata susur sungai secara konvensional dalam trip ini, peserta yang berasal dari berbagai latar belakang diajak menikmati suguhan pemandangan alam. Termasuk, berinteraksi dengan masyarakat sepanjang tepi sungai. Wisata susur sungai diharapkan tidak hanya sebatas berwisata, tetapi juga memberikan sebuah pengalaman berharga bagi para wisatawan.

Wisata kreatif

Kumoratih Kushadjanto, penasihat bisnis IKKON Banjarmasin menuturkan, perjalanan Halomasin merupakan salah satu kegiatan IKKON yang punya misi, mencari dan menggali potensi pariwisata daerah. "Kami mencoba membuat satu wisata kreatif, di sini segmen pasar dari wisata adalah susur sungai. Kita mencoba mencari sesuatu yang berbeda, tanpa mematikan yang ada. Selain itu perjalanan ini merupakan wisata terbatas atau minat khusus," jelasnya.

Susur sungai

Dikatakan Ratih, kegiatan susur sungai kali ini sebagai uji coba yang dilakukan tim IKKON. Semua peserta yang ikut pada acara tersebut bisa berperan sebagai wisatawan, sehingga merasakan bagaimana turis mengikuti program susur sungai.

Bukan hanya sekadar berwisata, IKKON mencoba memberikan hal khusus kepada wisatawan. "Wisatawan akan mendapatkan pengalaman lebih melalui interaksi dengan masayarakat lokal dan melihat kehidupan keseharian di Banjarmasin," kata Ratih.

Selain wisata susur sungai proyek Halo Masin yang digarap anak-anak muda dari Ikatan Pemuda Kreatif sejak empat bulan terakhir ini mampu menggali potensi wisata lain dengan nilai jual tinggi bagi wisatawan, terutama mancanegara.

Di antaranya, rute susur sungai baru untuk wisatawan yang punya minat khusus pada keunikan kehidupan masyarakat tepi sungai atau keunikan anak-anak bersekolah menggunakan perahu atau jukung. Ada pula rute menjelajah bangunan kuno rumah khas Banjar tempo dulu hingga ornamen dan arsitektur mesjid. Pun, perjalanan menikmati keramaian pasar tradisional dan pasar terapung.

Selain itu, ada pula anak-anak muda para desainer yang dengan kreatifitasnya menciptakan desain kain sasirangan menggunakan pewarna alami ramah lingkungan. Kain didesain mengikuti tren fesyen saat ini sehingga punya nilai jual tinggi dan digandrungi konsumen mancanegara.

Berdekatan dengan masyarakat

Mukani, pramuwisata di Kota Banjarmasin menyebut, saat ini terjadi pergeseran tren pelesir turis mancanegara yang lebih menyukai kegiatan minat khusus. "Ada kelompok-kelompok wisatawan yang cenderung menyukai berwisata melihat keunikan kehidupan masyarakat secara alamiah. Paket-paket wisata jenis ini justru mahal dan menjadi peluang bagi pemerintah daerah dan masyarakat," ujarnya.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, menyambut baik hasil-hasil penggalian potensi wisata yang dilakukan IKKON dan Bekraf ini. "Dimensi baru pembangunan industri pariwisata Kalsel mampu menyaingi daerah wisata lain di Indonesia." Mari ke Banjarmasin! (M-1)

BERITA TERKAIT