Mimpi Menjadi Venesia


Penulis: DY/M-1 - 28 January 2018, 11:00 WIB
img
MI/Denny Susanto

Sungai memang menjadi basis pembangunan yang dilakukan pemerintah Kalsel. Kondisi sungai yang kotor, kumuh, dan tercemar menjadi dasar terbentuknya kelompok Masyarakat Peduli Sungai yang beranggotakan organisasi pencinta lingkungan, wartawan pencinta lingkungan (Pena Hijau), mahasiswa, akademisi, instansi pemerintah, TNI-Polri, dan beragam komunitas lainnya.

Keberadaan Masyarakat Peduli Sungai, diharapkan dapat mempercepat upaya menjadikan Banjarmasin, kota berjuluk Kota Seribu Sungai menjadi Kota Wisata Air seperti Venesia di Italia.

Kota seribu sungai

Kota Banjarmasin yang berjuluk Kota Seribu Sungai ini, terdapat sebanyak 102 sungai, tetapi jumlah sungai ini terus berkurang, terdampak pembangunan. Banyak sungai mati tertutup urukan tanah untuk pembangunan infrastruktur dan bangunan. Sebagian lainnya menyempit, mengalami pendangkalan, serta pencemaran.

Bahkan, sungai dijadikan warga sebagai tempat pembuangan akhir sampah (TPA) terbesar. "Tidak hanya tempat sampah terbesar, sungai di Banjarmasin juga bisa dibilang super bahkan hipermarket terbesar, karena di dalamnya dapat ditemukan aneka barang, mulai kasur, tv, kulkas, lemari dan sebagainya," ujar Faturahman, Wakil Sekjen Bank Sampah Nasional.

Saat ini Kota Banjarmasin juga tercatat menjadi salah satu dari 60 kota hijau dan kota pusaka air di Indonesia. Karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin gencar melakukan revitalisasi kawasan sungai.

"Revitalisasi sungai bukan untuk penataan wajah kota semata, tetapi juga akan berdampak pada peningkatan sektor pariwisata, PAD, dan ekonomi masyarakat," tutur Joko Pitoyo, Kepala Bidang Pengelolaan Sungai dan Drainase Dinas PUPR Kota Banjarmasin.

Saat ini kawasan Sungai Martapura telah berubah menjadi objek wisata andalan Kota Banjarmasin. Bahkan, Pemkot Banjarmasin berencana terus mengembangkan potensi wisata Sungai Martapura, salah satunya dengan membangun patung bekantan. Sosok maskot Kalsel itu ditempatkan di tepi sungai, diharapkan akan menjadi obyek wisata baru seperti kekeradaan patung singa di Singapura.

Sejak selesai dibangun beberapa tahun lalu, siring atau talud Sungai Martapura berubah menjadi ikon baru pariwisata di Kota Seribu Sungai, Banjarmasin. Lokasinya yang strategis, di jantung Kota Banjarmasin, di depan Mesjid Raya Sabilal Muhtadin, membuat kawasan ini mampu menarik pengunjung, baik warga lokal, wisatawan luar daerah bahkan mancanegara.

para pencinta sungai

Pagi hari di akhir pekan, kawasan ini menjadi pusat kegiatan car free day. Setiap sore hari, ratusan warga datang untuk menikmati suasana sore di tepi sungai, sambil menikmati aneka kuliner seperti roti atau jagung bakar.

Semilir angin dan hawa sejuk sungai saat sore membuat banyak warga rela berlama-lama menghabiskan waktu hingga senja menjelang.

Malam minggu atau saat event wisata digelar, seperti lomba perahu hias, pasar Ramadan juga festival budaya banjar, kawasan ini akan dipadati warga hingga malam hari. Martapura, dengan segala perubahannya, terus memikat, menanti pembenahan agar pesonanya senantiasa cemerlang.

BERITA TERKAIT