Perempuan Terjerat Tiga Isu Utama


Penulis: micom - 25 January 2018, 07:50 WIB
img
DOK PRIBADI

Anggota Presidium Koalisi Perempuan Indonesia Jawa Timur, Achoe Sunhiyah Muqsid, mengatakan, permasalahan kaum perempuan, dalam lingkup nasional, bermuara pada isu keterwakilan perempuan, gender budgeting dan trafficking.

"Sementara di Madura, isu sentralnya adalah buruh migran, disamping isu-isu lain seperti kekerasan dalam keluarga dan isu keterwakilan perempuan."

Pemicunya, kata Ning AChu, lemahnya posisi tawar kaum perempuan, ditandai masih minimnya keterlibatan kaum perempuan dalam posisi strategis pemerintahan dan posisi lainnya.

"Ini juga terjadi pada sebagian besar kaum perempuan di luar Madura. Sebagian belum menyadari posisi mereka yang semestinya, di samping juga ada hambatan budaya sehingga terjadi masalah dalam posisi tawar atau budgeting," jelas Ning Achu.

Solusinya, jelas mahasiswa doktoral UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu, perempuan harus bisa memberdayakan dirinya sendiri.

"Jika hal itu tidak dilakukan, maka posisi tawar yang seimbang dengan kaum laki-laki sulit dicapai."

Tak abaikan kodrat
Para aktivis pergerakan perempuan, termasuk dirinya, kata Ning Achu, terus melakukan penyadaran.

"Tentu dengan tidak mengabaikan kodrat hakikinya. Pergerakan kami, pada penyadaran, juga regulasi," katanya.

Mediumnya, diskusi dan sosialisasi yang melibatkan organisasi perempuan dan pemerintah.

"Tidak mungkin jika hanya diperjuangkan aktivis perempuan kalau tanpa ada dukungan berbagai pihak, karena sandungannya tradisi dan kepentingan. Ada beberapa pihak yang memang punya kepentingan tentu akan menentang, termasuk menjadikan agama dan budaya sebagai benteng kepentingan mereka." (MG/M-1)

Biodata

Nama: Achoe Sunhiyah Muqsid
Tempat, tanggal lahir: Sumenep, 2 Januari 1973
Pendidikan: Program Doktoral (S-3) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Konsentrasi Pendidikan Anak Usia Dini
Alamat: Asrama Latee Ponpes Annuqoyya, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur
Pekerjaan: Dosen di Institut Keislaman Annuqayah (Instika)
Pekerjaan: Pengajar di Instika Guluk-Guluk
Kegiatan:
-Presidium Koalisi Perempuan Indonesia Jawa Timur
-Anggota Dipayoni
-Pengurus pesantren Annuqayah


BERITA TERKAIT